Netranews.co.id, Sumenep – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Wirasta Universitas Wiraraja Madura menggelar aksi penanaman pohon bertajuk “Aksi Hijau Bersama” di kawasan Hutan Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kamis, 26 Februari 2026.
Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian lingkungan ini merupakan puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Mapala Wirasta sekaligus implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Aksi sosial ini terlaksana berkat kolaborasi sinergis dengan berbagai pihak, mulai dari Perum Perhutani KPH Madura, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, OISCA Sumenep, Pemerintah Kecamatan Batuan, hingga delegasi organisasi kemahasiswaan intra kampus.
Rangkaian acara diawali dengan opening ceremony di Kantor Kecamatan Batuan yang diisi dengan edukasi mengenai fungsi vital pepohonan oleh perwakilan DLH Sumenep, Andritiyas Nuri Kayanti, serta sambutan dari para pemangku kepentingan.
Dalam paparannya, Andritiyas menekankan bahwa pohon bukan sekadar tumbuhan biasa, melainkan fondasi kehidupan yang berfungsi menyerap karbon, mencegah erosi, serta menjaga ketersediaan air tanah demi masa depan generasi mendatang.
Usai pembekalan materi, seluruh peserta bergerak menuju lokasi penanaman yang telah disiapkan oleh panitia pelaksana untuk menerima arahan teknis agar proses penanaman berjalan terstruktur dan efektif.
Ketua Umum Mapala Wirasta, Sherlie Fransisca Devi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons konkret mahasiswa terhadap tantangan krisis iklim yang kian nyata.
“Kegiatan edukasi dan penanaman pohon ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan seiring bertambahnya usia Mapala Wirasta,” ujar Sherlie di sela-sela kegiatan, pada Kamis (25/02).
Pemilihan lokasi di Kecamatan Batuan ini didasarkan pada survei matang dan koordinasi intensif dengan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Kabupaten Sumenep, Imam Syafi’i, guna memastikan keamanan dan kesesuaian lahan.
Imam Syafi’i menyebutkan bahwa kawasan tersebut memiliki nilai strategis untuk rehabilitasi lahan yang perlu mendapat perhatian khusus.
“Wilayah Desa Batuan merupakan wilayah kami dan memang lokasi strategis untuk dijadikan penghijauan, di mana kami menggunakan peta Area 51 untuk wilayah Desa Batuan ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar peserta tidak hanya menanam lalu pergi, melainkan membentuk kelompok-kelompok kecil untuk memantau pertumbuhan pohon secara berkelanjutan hingga membuahkan hasil nyata.
Senada dengan hal tersebut, Camat Batuan mengapresiasi inisiatif Mapala Wirasta dan berpesan agar upaya pencegahan bencana alam melalui penghijauan ini terus diedukasikan kepada masyarakat luas demi mewariskan hutan yang asri bagi generasi penerus. (Dim/red)
