Netranews.co.id, Sumenep – Perusahaan rokok Makayasa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai memperlihatkan perkembangan signifikan melalui pembangunan pusat industri serta rencana ekspansi tenaga kerja dan pasar hingga 2026. Selasa, 17 Maret 2026.
Perusahaan tersebut saat ini tengah memfokuskan penyelesaian Makayasa Center yang berlokasi di wilayah Lenteng Timur sebagai pusat aktivitas industri.
Kawasan pembangunan itu berada di sisi barat SPBU 54.694.20 dan dinilai strategis untuk mendukung pengembangan usaha ke depan.
Owner Makayasa, H. Supriyadi, menyampaikan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas perusahaan sekaligus memberikan dampak sosial yang lebih luas.
Ia menjelaskan bahwa proses membangun usaha membutuhkan perjalanan panjang yang tidak terlepas dari nilai spiritual dan keteguhan dalam menghadapi tantangan.
“Tidak mudah membangun mimpi, karena untuk naik kelas kita harus melalui proses yang tidak ringan dan tetap memohon rida Tuhan dalam setiap langkah,” ujar Supriyadi saat berbuka bersama jurnalis di De Baghraf Hotel Sumenep, pada Selasa (17/03).
Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bahwa perusahaan menargetkan mampu menyerap hingga 6.000 tenaga kerja pada akhir 2026 sebagai bagian dari ekspansi bisnis.

Ia menuturkan bahwa target tersebut terinspirasi dari filosofi angka enam yang kemudian dikaitkan dengan rencana program sosial perusahaan.
“Semua mengacu pada filosofi angka enam yang kami maknai sebagai bagian dari nilai rukun iman,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengaku bahwa gagasan tersebut diperoleh melalui proses spiritual yang cukup panjang sebelum kemudian diwujudkan dalam perencanaan bisnis.
“Ini merupakan hasil ikhtiar dan istikharah selama delapan bulan yang kami jalani,” imbuhnya.
Sebagai tahap awal, perusahaan membuka rekrutmen sebanyak 300 tenaga kerja yang terdiri dari tenaga linting, paking, dan gunting dengan prioritas pelamar berpengalaman.
Selain itu, Makayasa juga menyiapkan penambahan 200 tenaga pemasaran yang akan ditempatkan di sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Ia merinci bahwa wilayah pemasaran meliputi Pacitan, Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Mojokerto, Jombang, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Jember.
Ia menambahkan bahwa aktivitas pemasaran di Situbondo telah berjalan, sementara daerah lain ditargetkan mulai efektif pada 1 April 2026.
Tidak hanya itu, Makayasa juga merencanakan ekspansi produk ke segmen kretek filter pada Juni 2026 guna memperkuat daya saing di pasar.
“Semoga langkah ini menjadi bagian dari pengabdian kami kepada sesama dan bernilai ibadah,” pungkasnya. (Dim/red)
