Netranews.co.id, Sumenep — PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar (Perseroda) memperkuat kepercayaan publik melalui talkshow inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04/2026). Rabu, 15 April 2016.
Kegiatan tersebut mengusung tema Mendorong Kepercayaan Masyarakat Melalui Inklusi Keuangan BPR Syariah, serta menghadirkan dua narasumber dari LPS dan OJK Jawa Timur untuk memperkuat literasi dan perlindungan konsumen sektor keuangan syariah.
Turut hadir Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim, Ketua DPRD Zainal Arifin, Sekda Agus Dwi Saputra, serta peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda), Hairil Fajar, mengatakan pentingnya penguatan inklusi keuangan sebagai kunci meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BPR Syariah.
“Saat ini jumlah BPR Syariah di Indonesia sebanyak 167 unit, dengan 26 di antaranya berada di Jawa Timur,” ujarnya.
Hairil menjelaskan, talkshow ini menjadi sarana menegaskan posisi BPR Syariah sebagai lembaga inklusi yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai ekonomi syariah tetap relevan diterapkan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, terutama melalui praktik bagi hasil di sektor pertanian dan peternakan.
Ia mencontohkan secara tidak langsung pola kemitraan masyarakat Madura yang membagi keuntungan secara proporsional sebagai bentuk keadilan dalam ekonomi syariah.
“Praktik tersebut menunjukkan bahwa konsep ekonomi syariah menekankan keadilan distribusi dan kemitraan,” jelasnya.
Ia berharap melalui BPR Syariah, lembaga keuangan tidak hanya kuat secara kelembagaan tetapi juga memberi manfaat luas dan rasa aman bagi masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana ekonomi syariah kita jadikan pondasi dalam aktivitas muamalah,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Imam Hasyim menyatakan bahwa forum tersebut penting sebagai ruang edukasi dan solusi konkret untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap BPR Syariah di tengah tantangan digitalisasi.
Ia berharap, bank plat merah milik Pemkab Sumenep itu menjadi lembaga keuangan syariah yang terpercaya dan menjawab kebutuhan masyarakat.
“BPR Syariah memiliki peran strategis sebagai penghubung antara sistem keuangan dan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan kecil di Sumenep yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikaan, perdagangan dan pariwisata,” pungkasnya. (Dim/red)
