Netranews.co.id, Bngakalan – Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Merah Putih. Hingga pertengahan Juli ini, tercatat sebanyak 281 koperasi telah terbentuk di berbagai wilayah desa, menjadikan Bangkalan sebagai kabupaten tercepat kelima dalam inisiasi program tersebut di Provinsi Jawa Timur.
Pencapaian ini disampaikan langsung oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, saat meluncurkan Koperasi Merah Putih di Gedung Serbaguna Rato Ebuh, Selasa (16/7). Dalam kesempatan itu, Bupati Lukman mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi yang diberikan oleh Gubernur Jawa Timur terhadap percepatan pembentukan koperasi di daerahnya.
“Alhamdulillah, kita mendapat apresiasi dari Gubernur karena gerak cepat dalam membentuk koperasi ini. Koperasi Merah Putih akan menjadi entitas penting dalam mendorong roda perekonomian, khususnya di wilayah pedesaan,” ujar Lukman.
Menurutnya, koperasi tersebut dirancang sebagai motor penggerak baru dalam penguatan ekonomi lokal. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan koperasi sebagai instrumen utama dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami ingin koperasi ini benar-benar menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Ini adalah bentuk nyata dari semangat gotong royong dan pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.
Terkait dukungan permodalan, Bupati Lukman menjelaskan bahwa pihaknya masih menantikan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. Namun demikian, sejumlah skema pembiayaan telah disiapkan, termasuk kolaborasi dengan perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta potensi penyertaan modal dari Dana Desa.
“Kami telah menyusun langkah-langkah antisipatif agar koperasi ini dapat langsung bergerak cepat begitu pembiayaan tersedia,” katanya optimis.
Lukman juga menepis kekhawatiran bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih akan menjadi saingan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ia menekankan bahwa kedua entitas tersebut memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi.
“Koperasi adalah milik penuh masyarakat, sedangkan BUMDes merupakan badan usaha semi-pemerintah. Justru keduanya bisa saling berkolaborasi dan memperkuat ekosistem ekonomi desa,” jelasnya.
Lebih dari sekadar koperasi simpan pinjam, Koperasi Merah Putih dirancang memiliki cakupan usaha yang lebih luas. Selain mendukung akses pembiayaan, koperasi ini juga akan bergerak di sektor distribusi kebutuhan pokok seperti pupuk, gas elpiji, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Dengan cakupan yang luas, koperasi ini akan memegang peran strategis dalam menyediakan kebutuhan masyarakat dan menggerakkan ekonomi lokal secara menyeluruh,” pungkas Bupati. (Sani)
