Netranews.co.id, Pamekasan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggelar kegiatan Safari Ramadan, sebagai upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Untuk kali ini di laksanakan di Kecamatan Palengaan, Selasa (03/03/2026).
Kegiatan yang dipimpin Bupati KH Kholilurrahman tersebut dihadiri Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum lainnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman menyampaikan terima kasih kepada Camat Palengaan yang telah memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, yaitu membangun rumah tidak layak huni (RTLH) di daerahnya tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Alhamdulillah, di tengah tantangan ini Pak Camat Palengaan telah bisa membangun rumah tidak layak huni sebanyak 13 unit. Dan itupun tidak mengganggu anggaran pemerintah daerah atau APBD, tetapi mendapatkan dana dari hasil mengumpulkan dari sana sini,” katanya.
Dia menyampaikan, pembangunan rumah bagi warga tidak mampu sedari awal hanya selalu bergantung dari kekuatan APBD, tetapi tidak bagi Kecamatan Palengaan. Hal itu tentu merupakan kerja yangluar biasa untuk kepentingan masyarakat pra sejahtera.
“Kalau pakai APBD semua orang bisa. Tetapi untuk mendapatkan sokongan dari para pengusaha, kalau pendekatannya tidak benar, itu sulit. Terima kasih Pak Camat,” ucap mantan anggota DPR RI ini.
Bupati juga meminta kepada camat lainnya, untuk mengikuti jejak dan terobosan baru itu demi pembangunan yang merata di tengah keterbatasan anggaran yang terjadi saat ini.
“Kami juga berharap pelayanan kesehatan, pendidikan dan lain-lain di tingkat tiap-tiap kecamatan agar dapat dijangkau dengan baik oleh masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu pula, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat apabila pelayanan pemerintah daerah saat ini yang belum maksimal. Hal itu terjadi karena adanya keterbatasan anggaran.
“Tetapi di tengah keterbatasan anggaran, kita tidak putus asa dalam melaksanakan pembangunan bersama kepala desa. Sekalipun kepala desa semangatnya mulai turun karena ada penurunan juga. Kita harus tetap semangat dan tidak boleh padam. Dan apa yang kita punya, harus tetap semangat dalam membangun,” tandasnya. (Adv/Lil)
