Netranews.co.id, Sumenep – Sejumlah warga Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendatangi Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, untuk menyampaikan keluhan terkait pemadaman listrik yang tidak menentu, Selasa, 17 Maret 2026.
Dalam audiensi tersebut, masyarakat menyoroti kondisi listrik di Giliraja yang masih sering padam di luar jadwal meski sebelumnya telah dilakukan penambahan mesin PLTD.
Sebelumnya, warga menduga pemadaman itu terjadi akibat sejumlah mesin diesel di PLTD Giliraja ada rusak dan mati.
Dalam audiensi tersebut, masyarakat menyampaikan keluhan dan meminta Wabup Imam Hasyim membantu mengawal agar kebutuhan masyarakat Giliraja terpenuhi di bidan kelistrikan dan penerangan.
Menanggapi kedatangan masyarakat, Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, mengapresiasi langkah mereka yang menyampaikan aspirasi secara langsung melalui audiensi tersebut.
“Tentunya aspirasi ini perlu kita dengarkan dan upayakan, karena listrik ini sekarang sudah jadi kebutuhan dasar dalam kehidupan sehari-hari,” kata Wabup Imam Hasyim.
Ia juga mendorong PLN ULP Sumenep untuk segera mempercepat proses normalisasi agar kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Saya berharap semua masalah ini bisa segera diatasi dan masyarakat kembali beraktivitas dengan baik, khususnya menjelang malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah,” tegasnya.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Sumenep, Achmad Suaidi, yang juga hadir dalam audiensi tersebut menjelaskan bahwa informasi mengenai lima mesin PLTD yang disebut mati total tidak sepenuhnya benar.
Ia menyebutkan bahwa dalam sistem operasional, mesin pembangkit tidak selalu dijalankan secara bersamaan karena menyesuaikan kebutuhan beban listrik.
“Mesin tetap beroperasi, namun memang belum optimal karena ada kendala teknis pada salah satu unit sejak 8 Maret 2026,” katanya.
Ia menambahkan bahwa saat ini tim teknis PLN masih melakukan proses perbaikan terhadap unit yang mengalami gangguan guna menormalkan sistem kelistrikan.
“Petugas kami terus bekerja di lapangan untuk melakukan pengecekan dan perbaikan komponen agar pasokan listrik kembali stabil,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemadaman bergilir yang terjadi merupakan bagian dari manajemen beban selama proses normalisasi berlangsung.
Ia menyampaikan bahwa jadwal pemadaman yang diinformasikan bersifat rentang waktu sehingga terdapat kemungkinan pergeseran waktu di lapangan.
“Jadwal yang kami sampaikan adalah rentang waktu, sehingga dalam pelaksanaannya bisa terdapat jeda karena faktor jarak dan kondisi wilayah,” pungkasnya. (Dim/red)
