Netranews.co.id, Jakarta – Pemerintah kembali membuka kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pembangunan nasional melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Rekrutmen ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan desa berbasis sumber daya manusia unggul. Selasa, 17 Maret 2026.
Berdasarkan informasi dalam pamflet resmi di akun Instagram @Kemhan, program ini mengusung semangat “Bangun Desa, Gerakkan Indonesia” dengan fokus pada penguatan peran pemuda dalam pembangunan di tingkat desa dan kelurahan.
Program SPPI berada dalam naungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan berkaitan dengan penguatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Dalam pengumuman tersebut, peserta yang lolos nantinya akan berperan aktif sebagai penggerak pembangunan di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan, khususnya dalam mendorong kemajuan ekonomi dan sosial di desa.
Kesempatan untuk Berkontribusi Langsung
Pendaftaran ini terbuka bagi sarjana yang ingin mendapatkan pengalaman kerja nyata di masyarakat. Selain itu, program ini juga menjadi sarana pengembangan kepemimpinan bagi generasi muda.
Beberapa manfaat yang ditawarkan dalam program ini antara lain:
- Berkontribusi langsung dalam pembangunan desa
- Mengembangkan kemampuan kepemimpinan
- Mendapatkan pengalaman kerja di lapangan
- Menjadi bagian dari gerakan pembangunan nasional
Syarat Pendaftaran
Bagi calon peserta, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya:
- Berusia maksimal 35 tahun
- Pendidikan minimal S1
- Sehat jasmani dan rohani
- Memiliki SKCK yang masih berlaku
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia
Pendaftaran Gratis, Ditutup 17 April 2026
Pendaftaran program ini tidak dipungut biaya. Calon peserta dapat mendaftar secara daring melalui laman resmi sppi-kdkmp.id atau dengan memindai kode QR yang tersedia pada pamflet.
Pemerintah menetapkan batas akhir pendaftaran hingga 17 April 2026.
Melalui program ini, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam pembangunan desa. Dengan demikian, pemerataan pembangunan nasional dapat terwujud secara lebih optimal, dimulai dari wilayah akar rumput. (cun)
