Netranews.co.id, Sumenep – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, siap sukseskan inisiatif Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo untuk mengenalkan keris sebagai warisan budaya dalam bentuk buku untuk pelajar Sekolah Dasar (SD). Kamis, 13 Februari 2025.
Sebelumnya, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan bahwa dirinya ingin mengenalkan keris sebagai warisan budaya melalui pembuatan buku keris untuk pelajar SD.
Ia juga menekankan akan pentingnya literasi sejarah dan budaya bagi generasi muda yang harus dimulai sejak pendidikan SD.
“Karakter Sumenep erat kaitannya dengan literasi, dan saya ingin literasi yang berkaitan dengan pengenalan keris dapat sampai ke siswa-siswi SD,” ujarnya.
Hal itu juga mendorong Bupati Fauzi untuk berinisiatif membuat buku sejara tentang keris Sumenep sebagai media edukasi yang menarik, sehingga anak-anak bisa memahami sejarah istilah ‘Kota Keris’ yang disematkan sebagai julukan Kabupaten paling timur Pulau Madura ini.
Ia berharap, dengan adanya buku ini seni dan budaya khas Sumenep tidak tergerus oleh zaman.
“Saya sudah instruksikan Disbudporapar agar anak-anak SD tahu mengapa Sumenep disebut sebagai Kota Keris. Kalau bisa, harus ada buku yang dapat mereka baca, sehingga paling tidak mereka paham satu atau dua jenis keris berikut sejarahnya,” lanjutnya.
Inisiatif Bupati Fauzi ini juga mendapat respon positif dari Kepala Dinas Pendidikan Agus Dwi Saputra, mengingat pembentukan karakter dan pengetahuan tentang sejarah dan budaya itu memang harus sejak dini.
“Itu penting suapaya anak-anak kita tidak tergerus oleh zaman dan bisa tahu kenapa Kabupaten Sumenep itu disebut Kota Keris,” Kata Agus, pada Kamis (13/02)
Ia menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan menjadikan buku keris itu sebagai bahan literasi bagi siswa-siswi SD di Kota Keris ini.
Lebih lanjut, ia berharap, jika buku tentang pengenalan keris ini diterbitkan nanti bisa diterapkan dan dipelajari dengan baik oleh para pelajar.
“Semoga para siswa paham kenapa Sumenep disebut Kota Keris,” pungkasnya. (Dim/red)
