Netranews.co.id, Sumenep – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep memperkuat sistem validasi data medis sebagai langkah menekan potensi kesalahan pelayanan sekaligus meningkatkan keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit.
Penguatan sistem tersebut dilakukan melalui pelatihan validasi data yang digelar di Ruang Pertemuan Smiley lantai 3 RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep beberapa waktu lalu. Kegiatan itu ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memperketat pengawasan terhadap kemungkinan kekeliruan medis akibat data yang tidak akurat.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan rumah sakit modern tidak cukup hanya mengedepankan kecepatan layanan, tetapi juga harus memastikan akurasi data sebagai dasar pengambilan keputusan medis.
“Rumah sakit modern tidak lagi hanya bertumpu pada kecepatan layanan, tetapi harus berdiri di atas ketepatan data sebagai dasar setiap keputusan klinis,” kata dr. Erliyati, Selasa (14/5/2026).
Menurut dia, validasi mutu menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan rumah sakit karena mencakup seluruh proses pelayanan, mulai dari prosedur medis, penggunaan alat kesehatan, sistem layanan, hingga hasil akhir yang diterima pasien.
Ia menjelaskan, validasi dilakukan secara berkelanjutan melalui proses pengukuran, evaluasi, dan pembuktian ulang guna menjaga konsistensi standar mutu pelayanan kesehatan.
“Tanpa validasi yang kuat, risiko kesalahan medis, infeksi rumah sakit, hingga kejadian tidak diharapkan bisa meningkat dan berdampak langsung pada keselamatan pasien,” ujarnya.
Pihak rumah sakit menilai kesalahan data sekecil apa pun dapat memengaruhi keputusan klinis dan berpotensi membahayakan kondisi pasien. Karena itu, validasi data kini menjadi salah satu prioritas utama dalam sistem perlindungan pasien di rumah sakit.
Dalam pelatihan tersebut, sejumlah sektor pelayanan mendapat perhatian khusus, mulai dari proses pendaftaran pasien, layanan rawat inap, tindakan operasi, hingga pemberian obat. Setiap tahapan pelayanan disebut harus berada dalam pengawasan mutu yang ketat.
“Validasi alat kesehatan juga menjadi perhatian serius untuk memastikan seluruh perangkat medis bekerja presisi melalui kalibrasi dan pengujian rutin,” jelas Erliyati.
Selain alat kesehatan, RSUD Sumenep juga memperkuat ketelitian dalam pengelolaan rekam medis dan dokumentasi pelayanan. Langkah tersebut dinilai penting karena menjadi dasar penyusunan indikator mutu rumah sakit.
Program keselamatan pasien juga menjadi fokus, terutama dalam aspek identifikasi pasien, pencegahan infeksi rumah sakit, serta pengawasan penggunaan obat-obatan berisiko tinggi.
“Seluruh proses validasi dilakukan secara sistematis mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, analisis data, hingga tindak lanjut perbaikan terhadap setiap ketidaksesuaian yang ditemukan dalam pelayanan,” terangnya.
Saat ini, RSUD Sumenep terus memantau berbagai indikator mutu pelayanan, seperti angka infeksi rumah sakit, waktu tunggu pasien, tingkat kepuasan pasien, ketepatan pemberian obat, angka pasien jatuh, hingga tingkat keberhasilan tindakan operasi.
Meski demikian, rumah sakit mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penerapan sistem validasi, di antaranya keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya digitalisasi, serta budaya ketelitian data yang masih perlu diperkuat di sejumlah unit pelayanan.
Namun, dr. Erliyati memastikan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama tanpa kompromi.
“Tidak ada toleransi untuk data yang salah, tidak ada ruang untuk prosedur yang tidak tervalidasi, dan tidak ada kelonggaran terhadap risiko yang mengancam keselamatan pasien,” tegasnya.
Ia berharap pelatihan validasi data dapat meningkatkan kapasitas validator mutu di setiap unit pelayanan agar proses layanan kesehatan berjalan lebih akurat, konsisten, dan aman bagi pasien.
“Keselamatan pasien bukan sekadar target layanan, tetapi komitmen yang dimulai dari satu hal paling mendasar, yakni kebenaran data,” tandasnya. (Adv/dim)
