Netranews.co.id, Sumenep – Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep meraih penghargaan sebagai Koperasi Sehat Terbaik Kedua tingkat Kabupaten Sumenep pada peringatan Hari Koperasi, Kamis (16/7/2026). Jum’at, 17 Juli 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar dalam mengelola kelembagaan, tata kelola organisasi, serta kesehatan keuangan koperasi yang dinilai memenuhi standar penilaian pemerintah daerah.
Ketua KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Dhody Rofsanjani, mengatakan penghargaan itu menjadi motivasi bagi seluruh pengurus untuk terus meningkatkan kualitas koperasi agar semakin profesional dan memberikan manfaat lebih besar bagi anggotanya.
Menurutnya, setelah memperoleh predikat Koperasi Sehat, pihaknya akan fokus mewujudkan visi “Dari Koperasi Sehat Menjadi Koperasi Hebat, Kuat dan Berdampak” melalui berbagai program penguatan organisasi.
Ia menjelaskan, program tersebut meliputi digitalisasi administrasi, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) dan audit rutin, sertifikasi pengurus serta pengelola, pengembangan unit usaha baru, hingga meningkatkan jumlah anggota aktif.
“Target kami bukan hanya mempertahankan predikat koperasi sehat, tetapi menjadikan koperasi ini semakin hebat, kuat, dan benar-benar berdampak bagi seluruh anggota,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, turut mengapresiasi capaian yang diraih KPRI dan berharap penghargaan tersebut menjadi awal untuk menghadirkan inovasi yang lebih luas.
Menurutnya, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar telah memperoleh kepercayaan atas tata kelola koperasi yang dijalankan selama ini.
“Penghargaan Koperasi Sehat bukan finish, tapi start,” kata dr. Erliyati.
Ia menegaskan, kepercayaan yang telah diberikan harus dijawab dengan peningkatan pelayanan, pengembangan usaha, serta kontribusi nyata kepada anggota dan masyarakat.
“Ini bukti kita dipercaya. Sekarang saatnya kita buktikan bahwa kepercayaan itu bisa jadi manfaat nyata untuk anggota dan masyarakat. Sehat itu wajib. Hebat itu pilihan. Berdampak itu kewajiban,” pungkasnya. (Dim/red)
