Netranews.co.id, Sumenep – Struktur kepengurusan baru Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Sumenep hadirkan komposisi yang menonjolkan regenerasi dan penguatan kaderisasi perempuan. Sabtu, 4 Juli 2026.
Kepengurusan periode ini didominasi oleh kalangan muda sebagai bagian dari komitmen partai dalam membangun organisasi yang lebih progresif, adaptif, dan dekat dengan masyarakat.
Ketua DPC PKB Sumenep, KH. Kamalil Ersyad, menegaskan bahwa komposisi kepengurusan yang baru merupakan cerminan dari semangat regenerasi yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Partai Kebangkitan Bangsa.
“Kepengurusan saat ini didominasi anak muda yang tentunya ini akan semakin mempertegas PKB sebagai partai kader,” ujar KH. Kamalil Ersyad.
Menurutnya, kehadiran kader-kader muda di berbagai posisi strategis diharapkan mampu menghadirkan energi baru, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menjawab tantangan politik dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Selain dalam rangka regenerasi, kepengurusan baru kali ini juga menunjukkan komitmen terhadap peningkatan peran perempuan dalam politik. Hal tersebut tercermin dari komposisi pengurus yang melibatkan sekitar 40 persen unsur perempuan” ujarnya di Surabaya paaca menerima SK Kepengurusan.
Keterwakilan tersebut menjadi bukti bahwa PKB Sumenep memberikan ruang yang luas bagi perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan, penguatan organisasi, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran perempuan dalam kepengurusan diharapkan mampu memperkaya perspektif serta memperkuat kerja-kerja politik yang inklusif dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Tentunya dengan semangat kolaborasi antara kader muda dan kader berpengalaman, DPC PKB Sumenep optimistis mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan pelayanan politik kepada masyarakat” ujarnya.
Tokoh yang istiqomah di PKB sejak 1998 tersebut juga menrkanlan bahwa kepengurusan baru juga diharapkan menjadi motor penggerak dalam memperjuangkan aspirasi rakyat serta mengokohkan posisi PKB sebagai partai yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada kaderisasi. (Dim/red)
