Netranews.co.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dan Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, sepakat memperkuat kerja sama antardaerah untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Jumat, 18 September 2026.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dan Bupati Blitar Rijanto di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Kamis (17/9).
Penandatanganan itu turut disaksikan Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim dan Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansyah.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, kerja sama antarpemerintah daerah diperlukan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.
Menurut dia, setiap daerah memiliki sumber daya, pengalaman, dan keunggulan yang dapat dikolaborasikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan.
“Kerja sama ini menjadi momentum memperkuat sinergi untuk mengembangkan potensi dan sumber daya setiap daerah bagi masyarakat,” kata Fauzi seusai penandatanganan kesepakatan.
Fauzi menyebut sejumlah sektor berpeluang menjadi ruang kolaborasi antara Sumenep dan Blitar. Di antaranya pertanian, peternakan, serta kelautan.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi dilanjutkan melalui program konkret yang dapat dilaksanakan oleh perangkat daerah masing-masing.
“Yang terpenting setelah dilakukan penandatanganan ini adalah tindak lanjut melalui perangkat daerah supaya memberikan dampak positif bagi masyarakat kedua daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelaksanaan kerja sama perlu dirancang secara terukur dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Fauzi berharap sinergi Sumenep dan Blitar nantinya mampu melahirkan berbagai program bersama untuk mendukung percepatan pembangunan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan publik.
“Sinergi antarpemerintah daerah menjadi salah satu langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki masing-masing daerah,” kata dia. (Rul/red)
