Netranews.co.id, Sumenep – Dukungan industri hulu migas terhadap pengembangan sumber daya manusia di wilayah kepulauan mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Salah satunya melalui program pelatihan pembina Pramuka bagi guru di Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken.
Program tersebut merupakan kolaborasi Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Sumenep dengan SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI). Atas kontribusi itu, SKK Migas-KEI menerima penghargaan yang diserahkan Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim pada Apel Akbar Hari Pramuka ke-65, Kamis (10/9/2026).
Ketua Kwarcab Pramuka Sumenep Wahyu Kurniawan mengatakan, keterlibatan perusahaan migas dalam kegiatan kepramukaan di wilayah kepulauan menjadi langkah positif karena menyentuh langsung kebutuhan tenaga pembina.
Ia menyebut KMD yang dilaksanakan di Pagerungan Besar telah memberikan tambahan pembina Pramuka dari kalangan guru. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan kegiatan kepramukaan di sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan.
“Ini adalah wujud kontribusi konkret SKK Migas-KEI kepada masyarakat di wilayah Kepulauan Sapeken, dan satu-satunya pengusaha migas yang menginisiasi KMD ini bagi guru di kepulauan,” ujar Wahyu.
Wahyu mengatakan, pihaknya akan membahas kemungkinan melanjutkan program tersebut. Hal itu mempertimbangkan kebutuhan pembina Pramuka yang masih cukup besar di Kabupaten Sumenep.
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim menilai dukungan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas industri hulu migas dapat berjalan beriringan dengan pembangunan masyarakat.
“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada KEI yang telah mendukung gerakan Pramuka di wilayah Kepulauan Sapeken,” kata Imam.
Ia berharap perusahaan KKKS lain yang beroperasi di wilayah Sumenep turut mengambil bagian dalam pengembangan Gerakan Pramuka.
Apresiasi tersebut juga mendapat tanggapan dari Vice President Human Capital and Support KEI Iman Santoso. Ia mengatakan penghargaan yang diterima perusahaan menjadi penyemangat untuk memperluas manfaat program sosial di sekitar wilayah operasi.
“Kami bersyukur, dengan penghargaan ini menunjukkan bahwa aktivitas kami juga dipantau dan dirasakan langsung oleh para stakeholder,” ujar Iman.
Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan mengatakan, penguatan kapasitas pendidik di daerah kepulauan membutuhkan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi geografis.
Menurut dia, dukungan terhadap KMD bagi guru di Pagerungan Besar merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas akses peningkatan kompetensi pendidik sekaligus memperkuat sumber daya manusia lokal.
“Industri hulu migas berprinsip untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi,” katanya.
Sekadar diektahui, KMD sebelumnya telah digelar di Pagerungan Besar pada 12 Februari 2026 dengan peserta yang berasal dari tenaga pendidikan sejumlah Gugus Depan (Gudep). (Dam/red)
