Netranews.co.id, Sumenep – Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan tutupan vegetasi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, saat ini mencapai 11 persen dari total luas wilayah sekitar 295 kilometer persegi. Jum’at, 17 Januari 2025.
Data tersebut masih belum memenuhi target nasional yang ditetapkan bahwa 20 persen dari luas wilayah harus diisi dengan RTH dan tutupan vegetasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, melalui Kabid Tata Lingkungan, Mohammad Hasinuddin Firdaus, menjelaskan bahwa data RTH ini diperbarui setiap tahun sesuai perkembangan di lapangan dan divalidasi olrh Kementerian Lingkungan Hidup.
“Setiap tahun kami melakukan pembaruan data sesuai dengan perkembangan. Validasi final akan dilakukan oleh Kementerian dengan teknik mereka, termasuk pengamatan melalui satelit,” kata Hasinudin saat diwawancarai di ruang kerjanya, pada Jum’at (17/01).
Demi memenuhi target itu, Pria yang akrab disapa Cici itu mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya meningkatkan jumlah RTH.
Ia menambahkan, penanaman vegetasi baru menjadi salah satu langkah konkret yang dilakukan setiap tahun oleh pemerintah daerah, stakeholder, maupun masyarakat.
“Kami selalu berupaya menambah RTH setiap tahun melalui berbagai program penanaman. Namun, kontribusi masyarakat sangat penting karena sebagian besar lahan berada di tangan mereka,” tambah Firdaus.
Ia mengimbau agar semua pihak turut membantu untuk mematuhi aturan terkait RTH ini, termasuk soal pengajuan izin mendirikan bangunan yang berdasarkan peraturan Kementerian Pekerjaan Umum memiliki area RTH dalam set plan-nya.
“Kami mengimbau masyarakat dan perusahaan turut menjaga dan melestarikan lingkungan, yaitu dengan mempertahankan vegetasi yang sudah ada dan menambah ruang hijau baru,” tuturnya.
Oleh karena itu, kata dia, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk mewujudkan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
“Kami harap kedepannya lebih menambah ruang-ruang yang dapat meningkatkan capaian RTH hingga memenuhi target nasional dalam beberapa tahun ke depan,” pungkasnya. (Dim/red)
