Netranews.co.id, Sumenep – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan melakukan pemeliharaan rutin secara berkelanjutan.
Tak hanya sekadar merawat, DLH juga berencana melakukan penanaman pohon di sejumlah lokasi strategis, terutama di sepanjang pinggir jalan, guna memperluas jalur hijau yang lebih asri dan sejuk.
“Penanaman pohon untuk jalur hijau ini di antaranya pohon trembesi, tabebuya, dan pohon glodokan,” ujar Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Sumenep, Hasinuddin Firdaus, Jumat (21/02) lalu.
Beberapa kecamatan yang akan menjadi lokasi penanaman jalur hijau tersebut antara lain Saronggi, Guluk-Guluk, Ganding, dan Gayam. Selain itu, DLH juga akan menata ulang taman-taman di berbagai poros jalan utama di Kota Sumenep agar semakin indah dan nyaman bagi masyarakat.
Saat ini, Ruang Terbuka Hijau Kota dan Perkotaan (RTHKP) di Kabupaten Sumenep telah mencapai sekitar 10.000 hektare hingga tahun 2024. Sejumlah kegiatan penghijauan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta. Sepanjang tahun 2024, sekitar 2 hektare lahan telah dikembangkan untuk penghijauan, sementara pada tahun 2025, fokus utama beralih ke aspek pemeliharaan.
“Penataan tanaman di poros-poros jalan kota ini melalui konsep peremajaan, karena sudah banyak pohon tua yang akarnya mulai merusak trotoar,” tambahnya.
DLH Kabupaten Sumenep saat ini juga tengah melakukan penandaan terhadap pohon-pohon yang sudah tua dan berpotensi roboh. Selain itu, mereka akan menata ulang jarak antar pohon agar tampak lebih rapi dan teratur.
“Ini dilakukan setelah kami mendapatkan masukan dan aspirasi dari berbagai pihak. Dari peremajaan ini, tetap tidak akan mengurangi fungsi dan jumlah tanaman yang sudah ada,” tutupnya. (Dim)
