Netranews.co.id, Sumenep – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Universitas Wiraraja Madura sebut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur, anti kritik dan prematur. Kamis, 20 Maret 2025.
Hal tersebut disampaikan saat mereka melakukan demontrasi di depan kantor baru DPRD Sumenep untuk menyoal terkait sejumlah isu baik dalam skala daerah maupun nasional.
Salah satu tuntutan Mahasiswa yang berdemonstrasi ialah menuntut ketua DPRD Sumenep diturunkan dari ketua sebab dalam kepemimpinannya, lembaga legislatif ini dinilai anti kritik dan enggan mendengar aspirasi masyarakat.
Presiden Mahasiswa (Presma) BEM-KM Universitas Wiraraja Madura, Abdurrahman Saleh mengatakan, hal itu terbukti dengan DPRD Sumenep selama kepemimpinan Zainal Arifin tidak pernah mau menemui audiensi yang dilakukan beberapa pihak.
“Bahkan sejak tahun 2024, mulai dari Formaka, Praja hingga BEM-KM Universitas Wiraraja sendiri tidak pernah ditemui untuk audiensi,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pihaknya menuntut ketua DPRD Sumenep agar diturunkan dari jabatannya sebagai ketua karena telah berkhianat terhadap kepercayaan masyarakat, serta anti terhadap aspirasi dan kritik.
“Kami mendesak DPRD Kabupaten Sumenep agar segera rapat Paripurna untuk melakukan Pergantian Ketua DPRD,” tegasnya dalam salah satu tuntutan di aksi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Ketua DPRD Sumenep, sementara massa aksi tidak ditemui oleh perwakilan dari anggota dewan. (Dim/red)
