Netranews.co.id, Sumenep – Polemik transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Batuputih, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tidak kunjung menemukan titik terang setelah berulang kali diaudiensi seluruh masyarakat setempat. Selasa, 27 Mei 2025.
Bahkan, seluruh masyarakat mulai dari para pemuda, karang taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hingga aparat Pemerintah Desa (Pemdes) Batuputih berinisiatif untuk melakukan desakan kepada Bupati untuk mengganti Penjabat (Pj) Pemdes setempat.
“Seluruh masyarakat bersepakat untuk mendesak Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo untuk mengambil langkah dan mengganti Pj Kepala Desa yang tidak bertanggung jawab ini,” kata Pemuda Karang Taruna, Syafi’ie.
Selain itu, pihaknya menilai Pj Kepala Desa Batuputih saat ini tidak pernah aktif dalam membangun desa, bahkan sejumlah pembangunan diduga tidak jelas penganggarannya.
Ia menyebutkan sejumlah masalah yang menjadi atensi masyarakat, di antaranya pipanisasi dan drainase yang tidak ada prasastinya, program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang tidak pernah terlaksana hingga pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) tidak ada.
“Bahkan anggaran karang taruna yang seharusnya Rp.10 juta hanya diterima Rp.3 juta oleh karang taruna,” sebut Syafi’ie.
Sementara itu, Mahasiswa asal Desa Batuputih yang berada di Sumenep, Andianto akan menindaklanjuti hasil.rapat itu dengan melakukan audiensi ke Bupati Sumenep bersama rekan-rekan mahasiswa asal Batuputih lainnya yang berada di Kota Sumenep.
“Bupati Fauzi harus turun tangan dalam mengatasi masalah ini, ini demi keberlangsungan pembangunan dan pemerintahan di desa kami,” ungkap Andi.
Lebih lanjut, aktivis PMII Universitas Wiraraja Madura itu menyatakan akan melakukan gerakan yang lebih besar jika Bupati juga tidak mampu menyelesaikan masalah ini.
“Jika melalui tangan Bupati Sumenep juga belum bisa menyelesaikan ini, gerakan ini akan berlanjut hingga Pj Kepala Desa Batuputih diganti karena jelas-jelas tidak bertanggung jawab,” pungkasnya tegas. (Dim/red)
