Netranews.co.id, Sumenep – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Madura Raya periode 2025–2028 resmi dilantik dalam acara Malam Anugerah SMSI Award 2025 yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep pada Rabu malam (27/05/2025).
Pelantikan ini dipimpin oleh Ketua SMSI Jawa Timur, Sokip, dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda se-Madura, Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, anggota DPD RI Lia Istifhama, pejabat OPD Sumenep, camat, kepala desa, serta para penerima penghargaan.
Ketua SMSI Sumenep yang juga menjabat sebagai Koordinator SMSI Madura, Wahyudi, dalam sambutannya menegaskan bahwa SMSI akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, demi kemajuan bersama. “SMSI siap berkolaborasi dengan siapa saja untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua SMSI Jawa Timur, Sokip, berharap kepengurusan baru SMSI Madura Raya dapat membawa semangat baru dalam perkembangan pers siber serta memperkuat sinergi dengan semua elemen masyarakat. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru dan berharap SMSI Madura Raya mampu mewarnai dunia pers dengan inovasi yang positif. Sokip juga mengingatkan bahwa SMSI, yang berdiri pada 27 Maret 2017 dan menjadi konstituen Dewan Pers sejak 25 Mei 2020, kini memiliki lebih dari 3.000 anggota di seluruh Indonesia, kecuali di Kabupaten Tulungagung dan Kediri.
Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, yang turut hadir, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dari media selama pemberitaan yang disampaikan berbasis fakta dan data yang akurat. “Pemerintah tidak anti-kritik, mari kita jaga pemberitaan agar tetap faktual dan konstruktif,” pesannya.
Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara media dan pemerintah untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan aman. Ia juga memaparkan bahwa pada 2024, penetrasi internet di Jawa Timur mencapai 81,79%, dengan media sosial sebagai sumber informasi utama masyarakat. Namun, ia juga mengingatkan akan sejumlah tantangan, seperti hoaks, disinformasi, perlindungan anak, dan keamanan data pribadi.
“Semua ini memerlukan literasi digital yang kuat serta ekosistem media yang bertanggung jawab. Selamat kepada pengurus SMSI Madura Raya yang baru. Semoga mampu menghadirkan pemberitaan yang positif bagi Madura dan Jawa Timur,” pungkasnya. (Dim/red)
