Netranews.co.id, Sumenep – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Nur Faizin beri apresiasi salah satu pesilat asal Kabupaten Sumenep yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025. Sabtu, 5 Juli 2025.
Kompetisi yang dihelat di Kota Malang itu menjadi pelajaran berharga dan menorehkan kisah perjuangan bagi para atlet Kontingen Sumenep, salah satunya atlet putri dari Perguruan Perisai Putih Kabupaten Sumenep, Fettum Muksin Alkatiri, yang harus laga final Porprov Jatim IX 2025 dengan penuh haru dan kemuliaan.
Pada Porprov Jatim IX 2025, atlet putri Kontingen Sumenep itu terpaksa gagal meraih medali emas, dan hanya menempati posisi runner-up, saat menghadapi atlet tuan rumah Kota Malang di laga puncak harus.
Kekalahan itu ia terima sebab di tengah panasnya laga, tiba-tiba kondisi fisiknya menurun secara drastis dan wasit pun menghentikan laga, sehingga keputusan berat itu harus diterima dan Fettum harus dilarikan ke rumah sakit.
“Terus terang saya terharu dengan kisah Atlet Fettum ini, perjuangan dan dedikasinya terhadap nama Kabupaten Sumenep sangat layak mendapatkan apresiasi, dia bukan kalah bukan pula menyerah, dia berjuang walau harus tumbang” kata Nur Faizin, memuji perjuangan Fettum.
Menurutnya, juara bukan hanya tentang apa yang telah diraih, tapi perjuangan dan konsistensi yang ditunjukkan oleh atlet selama ini untuk mengharumkan nama Kabupaten Sumenep yang juga perlu mendapatkan apresiasi oleh semua pihak utamanya Pemerintah.
“tentunya ini juga menjadi momentum untuk semakin serius dalam melatih dan mengasah kemampuan atlet atlet kita, pemenuhan sarana dan penunjang latihan mereka, karena saya melihat atlet atlet ini sangat semangat dan harapan untuk kemajuan dibidang olahraga kita dimasa yang akan datang” ujar Jen, sapaan akrabnya.
Senada dengan Nur Faizin, Ketua Harian KONI Sumenep, Abdul Kadir Al-Mahdaly menyebutkan bahwa semangat yang ditunjukkan oleh para atlet, bagaimana tidak mengenal menyerah dan berjuang habis habisan telah ditunjukkan oleh para atlet Kontingen Kabupaten Sumenep, termasuk yang telah ditunjukkan oleh Fettum.
“Saya menyaksikan sendiri bagaimana Fettum bertarung dengan penuh keberanian. Ia tidak menyerah. Ia berjuang sampai batas terakhir kemampuannya. Ini bukan kekalahan, ini adalah kemenangan paling mulia yang tak tercatat di papan skor,” ungkapnya singkat. (Dim/red)
