Netranews.co.id, Sumenep – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Gili Raja menggelar berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang melibatkan kalangan pesantren serta masyarakat luas. Puncak rangkaian kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Banmaleng, Kecamatan Gili Raja, Kabupaten Sumenep. Minggu, 26 Oktober 2025.
Ketua Panitia Peringatan HSN MWC NU Gili Raja, Dedes Saputro, mengatakan peringatan tahun ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat nilai keislaman dan kebangsaan di tengah masyarakat.
“Peringatan Hari Santri juga sebagai pengingat bagi kita semua akan peran besar kaum santri dalam menjaga, membangun, dan mempertahankan keutuhan bangsa Indonesia.” ujar Dedes.
“Santri bukan sekadar penghuni pesantren, tetapi penjaga moral bangsa dan pejuang yang menghidupkan semangat kebangsaan dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.” tambahnya.
Rangkaian Kegiatan
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 oleh MWC NU Gili Raja diawali dengan Istighosah Akbar pada 11 Oktober 2025, sebagai bentuk doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kemajuan umat.
Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Pengobatan ala Rasulullah pada 15 Oktober 2025, yang meliputi ruqyah, bekam, dan fashdu. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali sunnah Nabi dalam menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
Pada 18 Oktober 2025, MWC NU Gili Raja mengadakan Lomba Mewarnai bagi anak-anak, guna menumbuhkan semangat kreativitas sejak usia dini. Sementara Lomba Tahfidz Juz 30 digelar pada 26 Oktober 2025 sebagai bentuk penghargaan bagi para penghafal Al-Qur’an muda.
Puncak peringatan HSN berlangsung pada 21 Oktober 2025 di halaman Kantor MWC NU Gili Raja melalui Resepsi Hari Santri Nasional, yang dihadiri berbagai tokoh agama, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
Adapun Upacara Hari Santri Nasional dilaksanakan pada 22 Oktober 2025 di Yayasan Abdurrahman, menjadi momentum refleksi atas perjuangan para kiai dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Sebagai penutup, Halaqah Santri dan NU digelar pada 26 Oktober 2025 di Pondok Pesantren Darul Ulum Banmaleng. Forum tersebut menjadi ajang silaturahmi, diskusi ke-NU-an, serta penguatan pemikiran di kalangan santri dan masyarakat Gili Raja.
Penguatan Sinergi Pesantren dan Masyarakat
Melalui serangkaian kegiatan tersebut, MWC NU Gili Raja berharap semangat santri dalam berkontribusi terhadap bangsa terus tumbuh di berbagai bidang.
“Mari kita jadikan peringatan Hari Santri ini sebagai titik tolak memperkuat sinergi antara pesantren, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun Indonesia yang berkeadaban, mandiri, dan berdaya saing tinggi.”kata Dedes.
Ia menambahkan, kegiatan Hari Santri juga menjadi wadah memperkuat nilai sosial dan spiritual di tengah tantangan modernisasi.
“Rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
“Semoga santri-santri kita semakin berdaya, berakhlak, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa,” lanjutnya.
Dedes juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan peringatan HSN tahun ini.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia, donatur, lembaga pendidikan, serta semua pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan Hari Santri Nasional 2025 di MWC NU Gili Raja”. pungkasnya. (Dim)
