Netranews.co.id, Sumenep – Kepala Desa (Kades) Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, H Akhmad Syafri Wiarda, tepis tuduhan potong dana bantuan sosial (bansos) setelah rekaman suara istrinya ramai diprotes sejumlah warga di media pemberitaan. Senin, 10 November 2025.
Setelah rekaman suara istrinya, Uni Al Firdausiyah ramai beredar di salah satu grup WhatsApp, sejumlah warga merasa terintimidasi dan menduga adanya pemotongan uang bansos dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Setelah diprotes warga, Kades Galis, Syafril menyatakan bahwa rekaman suara itu ditujukan untuk mengarahkan sejumlah penerima manfaat agar mengambil bantuan melalui E-Warung yang ada di Desa setempat.
Alasan tersebut kemudian dibantah salah satu warga berinisial R yang mengaku mendapati adanya pemotongan bantuan sekitar Rp30 ribu sampai Rp50 ribu sejak dua tahun belakangan.
Ia mengungkapkan bahwa bansos yang diduga disunat itu tidak logis jika Kades Galis berdalih pemotongan uang itu dikarenakan biaya admin, sebab potongannya terlalu besar.
“Itu tidak masuk akal. Biaya admin untuk mesin EDC di E-Warung tidak mungkin sebesar itu, paling besar biaya admin itu Rp10 ribu,” ujar Inisial R.
Ia menegaskan, pemotongan bantuan itu sudah terjadi hampir dua tahun belakangan, dengan nominal pemotongan berbeda-beda dari jenis bantuan dan tanpa ada kejelasan peruntukannya.
“Sebelumnya potongannya cuma Rp25 ribu, sekarang semakin besar. Untuk bantuan PKH dari yang dipotong itu Rp30 ribu, sedangkan yang BPNT itu Rp40 ribu, bisa sampai Rp50 ribu,” tegasnya.
Terpisah, Kades Syafril kembali menepis dugaan pemotongan uang PKH dan BPNT itu. Ia mengaku tidak tahu soal adanya pemotongan dan tegas menginstruksikan agar PKH dan BPNT terdistribusi secara menyeluruh.
“Kalau potongan-potongan tersebut saya kurang tahu. Tapk kalau biaya admin memang ada,” ujar Syafril (9/11/2025).
Ia menegaskan, jika memang terjadi pemotongan seperti yang informasi yang beredar, dirinya akan menegur para petugas E-Warung yang ada di Desa Galis.
“Nanti akan saya tegur yang mana E-Warung dan petugas-petugasnya terkait apa yang terjadi hingga seperti ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap E-Warung bisa berjalan lebih baik agar masyarakat lebih memilih mengambil bantuan dari E-Warung sesuai yang sudah disediakan di Desa Galis.
“Harapannya saya E-Warung ini harus lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya. (Dim/red)
