Netranews.co.id, Sumenep – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sumenep terkesan bungkam menyikapi keluhan wali murid terkait dugaan menu basi yang dibagikan kepada siswa di Kecamatan Dungkek.Rabu, 29 April 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Ellya Fardasah, enggan berkomentar lebih jauh soal keluhan wali murid terkait pemenuhan gizi yang diterima siswa.
“Terkait MBG silahkan tanya ke BGN ya,” ujar Ellya, pada Selasa (28/04).
Disinggung soal perannya sebagai sekretaris Satgas MBG Sumenep, ia mengarahkan untuk konfirmasi langsung kepada Sekretaris Daerah, Agus Dwi Saputra.
Namun, Sekda Agus yang berperan sebagai ketua di Satgas MBG Sumenep, juga masih belum dapat dikonfirmasi dengan alasan rapat.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Sumenep, Moh. Kholilurrahman Hidayatullah, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti informasi tersebut dengan meminta pengecekan di lapangan.
“Kemarin saat ada kabar itu saya meminta kepada korcam Dungkek untuk ke SPPG menanyakan penyebab terjadinya makanan basi tersebut,” kata Bayor, sapaan akrabnya, pada Rabu (29/04).
Ia menyebut hasil monitoring telah dikantongi dan diteruskan ke pihak terkait untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
“Laporannya sudah kami kantongi, dan sudah kami kirimkan juga kepada Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, tinggal menunggu arahan dan petunjuk selanjutnya,” imbuhnya.
Sebelumnya, sejumlah wali murid di Madrasah Al-Kiram dan Nasy-atul Muta’allimin, Desa Candi, Kecamatan Dungkek, mengeluhkan menu MBG basi yang dibagikan kepada siswa pada Senin (27/04/2026).
Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan makanan tersebut sudah tidak layak dikonsumsi.
“Pokoknya itu makanannya sudah sangat basi, tidak mungkin dikasih makan ke anak saya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan makanan itu terdiri dari lontong, telur, tahu, dan kecambah yang telah mengeluarkan bau tidak sedap alias basi.
Menurutnya, makanan tersebut berasal dari distribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Dungkek Candi.
Ia menilai menu yang disajikan tidak layak dan tidak mencerminkan pemenuhan gizi.
“Kalau menunya busuk seperti ini bukan bergizi namanya, saya mau laporkan ini ke pemerintah,” tegasnya.
Wali murid lainnya mengaku tidak mengetahui proses memasak dan prosedur di SPPG, namun menyoroti kondisi makanan yang diterima anaknya.
“Kalau saya gak terlalu mengerti sama yang seperti ini, intinya anak saya kok dapat makanan basi begini,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, sementara upaya konfirmasi kepada Kepala Dapur SPPG Sumenep Dungkek Candi masih belum mendapatkan respon. (Dim/red)
