Netranews.co.id, Sumenep – Ratusan ribu warga Kabupaten Sumenep segera mendapat Bantuan Pangan (Banpang) dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS) yang disalurkan melalui Perum Bulog Kantor Cabang Madura mulai Selasa (18/11/2025). Rabu, 19 November 2025.
Kepala Bulog Kantor Cabang Madura, Ahmad Rofi’i, mengatakan masyarakat cukup membawa KTP dan undangan ke titik distribusi atau tempat pembagian yang ada di setiap desa sesuai jadwal yang telah di tentukan.
“Sudah mulai, sudah jalan serempak empat Kabupaten di Madura sejak 18 November, masyarakat cukup membawa KTP dan undangan,” kata Rofi’i saat dikonfirmasi, pada Rabu (19/11).
Ia juga memastikan bahwa penyaluran Banpang ini dilakukan dengan kontrol yang dilakukan setiap hari untuk memastikan penyaluran sesuai prosedur.
“Dalam penyaluran kita berkordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat selaku kepanjangan Bapanas di daerah, Polres, Kodim dan Kecamatan dalam mengontrol kegiatan tersebut, kita juga monitoring sampling setiap hari,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, bantuan tersebut berupa beras dan minyak goreng yang akan disalurkan kepada 119.282 keluarga penerima bantuan pangan (PBP).
Setiap penerima, kata dia, akan memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang penyalurannya dilakukan langsung untuk dua bulan sekaligus.
“Jadi total yang diterima setiap PBP adalah 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ungkapkan.
Ia menjelaskan, data penerima bantuan bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Bulog hanya menyalurkan bantuan sesuai data dari Bapanas, dan BAPANAS mendapatkan data tersebut dari DTSEN,” jelasnya.
Rofi’i menegaskan Bulog tidak memiliki kewenangan menambah atau mengubah data penerima karena sepenuhnya mengikuti penetapan dari Bapanas.
Ia menambahkan, mekanisme penyaluran bantuan ini melalui transporter yang memuat komoditas dari gudang dan ditempatkan di setiap titik distribusi.
“Komoditas ini ditempatkan di titik bagi sesuai kordinasi antara transporter dengan desa agar penerima bantuan mudah mengambil,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap bantuan pangan ini menjadi langkah pemerintah untuk menekan gejolak harga pangan dan meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.
“Tujuan bantuan ini untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga penerima, menanggulangi kerawanan pangan, serta menjaga kestabilan harga dan inflasi,” pungkasnya. (Dim/red)
