Netranews.co.id, Sumenep – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekaligus edukasi zakat, infak, dan sedekah di ASMI Hotel Sumenep. Senin, 24 November 2025.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan lembaga, serta pengurus UPZ dari berbagai instansi.
Acara dibuka oleh pimpinan Baznas dan unsur pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi UPZ serta mengoptimalkan tata kelola zakat di lingkungan pemerintahan maupun lembaga masyarakat.
Dalam paparan kinerjanya, Baznas Sumenep menyampaikan total penghimpunan zakat periode Januari–Oktober 2025 sebesar Rp 3.473.666.620. Adapun dana yang telah didistribusikan dan didayagunakan untuk berbagai program sosial mencapai Rp 2.823.348.270.
Selama periode tersebut, bantuan Baznas telah menjangkau 7.402 mustahik melalui lima program utama, yakni:
- Sumenep Peduli: 6.520 mustahik (Rp 1.635.950.000)
- Sumenep Sehat: 171 mustahik (Rp 73.590.000)
- Sumenep Cerdas: 501 mustahik (Rp 121.620.000)
- Sumenep Makmur: 64 mustahik (Rp 71.850.000)
- Sumenep Takwa: 145 mustahik (Rp 335.375.000)
Program-program tersebut menyasar sektor kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga pembinaan keagamaan.
Dalam sesi pemaparan berikutnya, Baznas menegaskan kembali tugas dan fungsi UPZ sebagaimana diatur dalam Perbaznas Nomor 2 Tahun 2019. UPZ diharapkan mampu menghimpun zakat dari para muzaki di instansi masing-masing, melakukan pencatatan dan pelaporan berkala, hingga menjaga akuntabilitas serta transparansi dalam pengelolaan dana.
Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, menyampaikan bahwa penguatan UPZ menjadi langkah strategis meningkatkan kesadaran zakat di lingkungan kerja.
“Optimalisasi UPZ menjadi kunci peningkatan penghimpunan zakat untuk pemberdayaan masyarakat.” ujarnya.
Rahman menambahkan, rapat koordinasi ini diharapkan mampu menyatukan gerak Baznas dan UPZ dalam tata kelola zakat yang sesuai prinsip syariah dan regulasi yang berlaku.
“Edukasi zakat diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat tentang manfaat zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan.” tambahnya.
Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, mengapresiasi capaian dan kinerja Baznas Sumenep. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam memastikan dana zakat dapat menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Merupakan kewajiban bersama memikirkan fakir miskin di lingkungan kita.” ujarnya.
Rapat koordinasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi, tanya jawab, serta penyampaian rekomendasi untuk memperkuat program pengelolaan zakat di masa mendatang. (Dim/red)
