Netranews.co.id, Sumenep – Pembangunan fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk mendukung kegiatan melaut di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ditinjau langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), Sakti Wahyu Trenggono. Selasa, 3 Maret 2026.
Menteri Trenggono turun langsung ke pelosok desa guna memastikan fasilitas SPBN akan segera direalisasikan untuk mendukung kegiatan melaut sekaligus menekan beban biaya operasional para nelayan.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan SPBN akan memangkas jarak pembelian bahan bakar yang selama ini menjadi persoalan utama, sehingga akses BBM yang lebih dekat dan terjangkau diharapkan mampu mendongkrak produktivitas nelayan secara signifikan.
“Nanti sebentar lagi akan ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN),” tegasnya.
Selain rencana pembangunan SPBN, kawasan KNMP Dapenda kini telah memiliki pabrik es portable yang sudah beroperasi, dan pemerintah berkomitmen menambah fasilitas rantai dingin seperti *cool storage* serta kendaraan berpendingin untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan hingga ke pasar.
“Yang kita bangun di sini mudah-mudahan bisa meningkatkan produktivitas nelayan di Sumenep,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa mutu ikan yang terjaga berpengaruh langsung terhadap nilai jual, sehingga dukungan sarana pascapanen dan distribusi yang lebih baik akan mencegah kerugian akibat turunnya kualitas tangkapan.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari evaluasi 100 titik KNMP di berbagai wilayah, dengan target pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih dalam satu tahun sebagai upaya percepatan modernisasi kawasan pesisir.
“Targetnya dalam setahun ini akan kita bangun seribu,” tandasnya.
Kabupaten Sumenep dipilih karena potensi perikanannya yang besar, dengan Desa Dapenda tercatat memiliki 1.893 kepala keluarga, terdiri atas 421 nelayan aktif dan 31 kapal, serta komoditas unggulan seperti tongkol, kembung, cakalang, dan selengseng.
Secara teknis, pembangunan KNMP Dapenda dikerjakan pada Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp10.252.411.000 berdasarkan Nomor Kontrak 6754/DJPT.PL420/PPK/IX/2025, dilaksanakan oleh CV Cendana Indah dan diawasi CV Reskindo Wasa.
Program pembangunan tersebut mencakup 26 item, antara lain pabrik es portable, kios pemasaran ikan, bengkel nelayan, bangunan docking, balai nelayan, mushollah, shelter coldbox, sentral kuliner, serta bantuan 50 unit coolbox, 10 mesin kapal, dan 220 alat tangkap.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, program KNMP yang tertata dengan baik akan menjadi pusat perekonomian masyarakat pesisir.
“KNMP tidak hanya menjadi kawasan pemukiman nelayan yang tertata dengan baik, tetapi mampu menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat pesisir,” kata Bupati saat mendampingi Menteri KKP RI, Sakti Wahyu Trenggono.
Menurut Ketua DPC PDIP Sumenep itu, dengan wilayah kepulauan yang luas serta sumber daya laut yang melimpah, Kabupaten Sumenep memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor kelautan guna mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap, Program ini mampu mendorong para nelayan agar lebih mandiri dan inovatif dalam mengelola potensi kelautan, khusunya untuk mengembangkan pengolahan hasil laut maupun kegiatan ekonomi kreatif berbasis kelautan.
“Kami berharap, program ini mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” terangnya.
Lebih lanjut, ia berkomitmen untuk terus mendukung program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir KabupatenSumenep.
“Kami ingin masyarakat nelayan semakin maju, sejahtera, serta mampu memanfaatkan potensi kelautan secara optimal sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah,” pungkasnya. (Dim/red)
