Netranews.co.id, Sumenep – Perkembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang belum terlihat meski telah terbentuk sejak Juli 2025, mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur. Senin, 9 Maret 2026.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Jauhari menyinggung keras soal ‘slow-moving‘ atau gerakan lamban yang dialami hampir seluruh KDMP di semua kecamatan.
Menurutnya, keberadaan KDMP merupakan niscaya yang harusnya memberikan dampak signifikan ke perekonomian masyarakat, namun sampai saat ini hanya beberapa saja yang beroperasi.
Ia menilai, lambannya perkembangan KDMP ini terjadi karena faktor vitalnya yang kurang terkelola, yaitu masalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang dinilai belum siap.
“KDMP ini koperasi, koperasi itu akan hidup kalau anggotanya semangat. Kalau seperti sekarang, saya ragu. Sepertinya SDM belum siap,” kata Jauhari saat diwawancarai, pada Senin (09/03).
Selain itu, kata dia, keterbatasan anggaran juga menjadi masalah penting. Sebab, mengembangkan SDM melalui pelatihan, upgrading hingga scaling skill membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Apalagi pengurus KDMP ini kalau se-Kabupaten tidak sedikit. Pemerintah pusat ini memang tidak mikir, program diperbanyak tapi anggaran diefisiensi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, jika KDMP ini tidak dianggarkan dari pusat dan membebankan ke daerah, maka bisa-bisa mengorbankan pembangunan lain yang prioritas.
Lebih lanjut, ia berharap KDMP bisa benar-benar diperhatikan baik dari segi anggaran operasional dan SDM anggotanya agar berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat.
“KDMP lesu karena SDM-nya lesu, dan melatih SDM juga perlu anggaran. Keduanya sama-sama penting. Kalau anggaran minim, koperasi hanya jadi kor cokop ka se ngurusi (hanya cukup untuk yang pengurus),” pungkasnya tegas. (Dim/red)
