Netranews.co.id, Sumenep – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali usulkan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) untuk tanaman pangan. Jum’at, 13 Maret 2026.
Program ini dicanangkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) untuk mewujudkan swasembada pangan di setiap daerah pertanian. Pada tahun 2025, program ini dianggarkan Rp46 juta setiap item.
Pemerintah Kabupaten Sumenep sebelumnya di tahun 2025 telah sukses mengimplementasikan Oplah dan memlakukan pembinaan terhadap Brigade Pangan (BP) di sejumlah Kecamatan, di antaranya Kecamatan Saronggi, Lenteng dan Guluk-Guluk.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid menyebutkan, saat ini pihaknya kembali mengusulkan sejumlah kawasan pertanian di daerahnya untuk tahun anggaran 2026.
“Oplah ini kan diprioritaskan untuk tanaman pangan berupa padi, jadi kami mengusulakan untuk sejumlah kawasan seperti Kecamatan Gapura, Ganding, Batuan, untuk kepulauan di Arjasa,” ujar Inung saat dikonfirmasi, pada Jum’at (13/03).
Ia menjelaskan, anggaran sebesar Rp46 juta dari program tersebut nantinya akan dibangun irigasi dan setiap titik itu nanti akan dibentuk BP yang akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil.
“Di tahin 2025 kita telah membina tiga BP, tahun ini juga harus lebih dari itu. BP ini include dengan program ini, tjuannya untuk menjalankan pertanian yang lebih modern dan berorientasi bisnis,” jelasnya.
Ia berharap, program ini bisa meningkatkan produktivitas pertanian di kabupaten paling timur Pulau Madura ini demi mendukung program pemerintah pusat dan mewujudkan swasembada pangan.
“Semoga produktivitas meningkat, terutama untuk padi. Karena program ini sasarannya tanaman pangan berupa padi,” pungkasnya. (Dim/red)
