Netranews.co.id, Sumenep – Isu kelangkaan bensin dikalangan masyarakat hingga saat ini menjadi perhatian khusus Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo agar tidak membuat publik panik. Rabu, 22 April 2026.
Orang nomor satu di lingkungan pemerintah Kabupaten Sumenep itu menegaskan bahwa untuk menstabilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari pertamina sampai ke masyarakat, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait.
Karena itu, Bupati Fauzi meminta masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan apalagi menimbun sendiri sehingga turut menciptakan kepanikan di kalangan masayarakat sendiri.
“Tolong masyarakat tetap tenang, jangan panik. Stok BBM hingga saat ini masih aman. Pemerintah terus berupaya semaksimal mungkin untuk memantau alur distribusinya.” ujarnya.
Dalam hal ini langkah Pemkab Sumenep untuk mengantisipasi gangguan yang tak diinginkan pihaknya juga telah mengerahkan APH jikalau ada potensi penimbunan yang dilakukan oknum di bawah.
“Sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina guna memastikan distribusi tetap terpenuhi. Tetapi kami juga imbangi dengan pengawasan secara bersama antara Pemkab dan aparat penegak hukum.” terang Bupati Fauzi.
Sementara, Polres Sumenep melakukan rapat koordinasi berkaitan isu kenaikan BBM dan kenaikan bahan pangan dengan sejumlah pihak diantaranya Pemkab bagian Perekonomian, Dinas Koperasi UKM dan Perdangan serta Bulog.
Dalam rapat itu, Kapolres Sumenep menekankan pentingnya langkah antisipatif dan responsif dari seluruh jajaran guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan.
“Polres Sumenep akan terus melakukan monitoring di lapangan secara inten. Baik melalui patroli maupun koordinasi dengan instansi terkait agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.” kata AKBP Nanang Hardiyanto (21/4).
AKBP Nanang Hardiyanto berharap koordinasi antar instasi terkait dapat memudahkan tugasnya dalam pengawasan BBM di bawah dan situasi Kantibmas tetap kondusif. (Adv/dim)
