Netranews.co.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mendorong transformasi desa berbasis data melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) sebagai upaya meningkatkan kualitas pembangunan. Kamis, 23 April 2026.
Program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada pengumpulan data, tetapi juga pada pemanfaatannya sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan. Dengan data yang akurat, setiap program pembangunan diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat desa.
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim mengatakan, data yang berkualitas menjadi fondasi penting dalam merancang program yang tepat sasaran, pelaksanaan yang terarah, hingga evaluasi yang terukur. “Dengan data yang baik, bisa merencanakan program tepat sasaran, pelaksanaannya terarah, serta mengevaluasi dengan jelas, sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (22/4).
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Sumenep memperkuat sinergi lintas instansi, mulai dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Bappeda, hingga Diskominfo, guna memastikan data yang digunakan bersifat standar dan berkualitas.
Selain itu, perangkat desa juga didorong untuk aktif menyediakan data yang valid sebagai dasar dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas pembangunan di wilayah masing-masing.
Melalui program Desa Cantik, Pemkab Sumenep berharap semakin banyak desa yang mengimplementasikan prinsip berbasis data. Langkah ini diyakini mampu mendorong desa menjadi lebih mandiri, adaptif, serta memiliki daya saing yang kuat dalam pembangunan berkelanjutan. (Adv/dim)
