Netranews.co.id, Sumenep – Pengurus Forum Mahasiswa Kangayan (FORMAKA) periode 2026–2027 resmi menggelar resepsi pelantikan yang diisi rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema “Apa Kabar Infrastruktur Jalan di Kecamatan Kangayan” pada Minggu (3/5/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Hotel C1 Sumenep dengan menghadirkan sejumlah organisasi kedaerahan, para senior, serta narasumber dari legislatif dan eksekutif untuk mendiskusikan ketimpangan pembangunan infrastruktur antara pusat dan pelosok.
Anggota DPRD Sumenep asal Daerah Pilih Sumenep VIII, Wahyudi bersama Ketua Komisi III, M. Muhri diundang mewakili perspektif legislator, sedangkan dari pemerintah daerah diwakili Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) setempat.
Ketua Umum FORMAKA, Iip Surianto, menyampaikan bahwa kepengurusan baru diharapkan mampu membawa perubahan dan meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial serta pembangunan di Kecamatan Kangayan.
Ia mengatakan FORMAKA tidak akan lagi hanya menjadi wadah mahasiswa asal Kangayan yang menempuh pendidikan di Sumenep, tetapi juga wadah juang untuk menyuarakan kesejahteraan di kampung halamannya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kangayan masih jauh tertinggal dibandingkan daerah lain di Kabupaten Sumenep.
Padahal, kata dia, infrastruktur sangat mempengaruhi sektor lain seperti perekonomian, pendidikan hingga aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan oleh masyarakat kami, namun di Kecamatan Kangayan, khususnya di poros selatan, belum tersentuh sama sekali,” ujar Iip usai dilantik.
Selain itu, dalam FGD tersebut panitia juga menampilkan dokumentasi kondisi jalan di wilayah poros selatan Kecamatan Kangayan yang rusak dan belum mendapatkan penanganan.
Paparan itu disaksikan langsung oleh para narasumber dari unsur legislatif dan eksekutif sebagai bahan evaluasi bersama.
Iip menegaskan bahwa FORMAKA di bawah kepemimpinannya akan berkomitmen mengawal pembangunan agar pemerataan infrastruktur dapat terwujud di wilayah Kangayan.
Ia menyatakan pihaknya tidak ingin hanya menjadi penonton atas ketimpangan pembangunan yang terjadi selama ini di daerahnya.
“Saat ini kami tidak akan hanya menjadi penonton atas ketimpangan ini, kami hadir tidak hanya untuk pelantikan, namun juga menagih pertanggungjawaban dari pemerintah di FGD ini,” tegasnya.
Ia berharap kehadiran para pemangku kepentingan dalam forum tersebut dapat menjadi ruang dialog konstruktif untuk merumuskan solusi pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan ke depan. (Dim/red)
