Netranews.co.id, Sumenep – Warga Desa Moangan, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, resah akibat pemadaman listrik yang terjadi berulang selama lebih dari sebulan terakhir. Kamis, 21 Mei 2026.
Pemadaman tercatat terjadi hampir dua hari sekali, biasanya berlangsung dari pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB. Kondisi ini dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas harian dan pelayanan publik di desa.
Tokoh pemuda Desa Moangan, Ferli Wahyudi, menyebut pemadaman berdampak luas. “Pelayanan di desa sangat terganggu. Anak sekolah, UMKM, sampai kantor desa semua kena imbasnya,” ujarnya, Rabu (21/5/2026).
Ferli menyoroti alasan PLN yang menyebut pemadaman untuk pengerjaan penyulang baru. Menurutnya, proyek tersebut berjalan stagnan tanpa kejelasan target waktu.
“Di daerah lain, kalau ada pemadaman untuk perbaikan itu cepat selesai. Di tempat kami justru berlarut-larut. Sudah sekitar 10 kali padam dalam sebulan ini. Kami merasa didiskriminasi soal pelayanan,” tegasnya.
Ia mendesak PLN segera merampungkan pekerjaan penyulang baru agar keresahan warga tidak berlanjut.
“PLN tidak boleh pilih kasih. Kami juga pelanggan yang bayar. Kalau telat bayar, sanksi kami sama: diputus,” tambahnya.
Warga berharap ada transparansi dari PLN terkait jadwal dan progres perbaikan. Mereka juga meminta kompensasi jika pemadaman terus terjadi di luar batas wajar.
Menanggapi keluhan tersebut, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sumenep, Achmad Suaidi, menjelaskan bahwa kondisi kelistrikan di Desa Moangan dipengaruhi pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan dan penguatan jaringan distribusi listrik.
Menurutnya, pekerjaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik agar pelayanan kepada masyarakat ke depan lebih stabil dan optimal.
Achmad menyebut pemadaman tidak hanya terjadi di Desa Moangan, tetapi juga berdampak ke sejumlah wilayah lain seperti Desa Kacongan, Perumahan Satelit, dan Perumahan Saronggi.
“Pusat pengerjaannya di Desa Tanjung,” katanya, pada Kamis (21/05).
Ia menjelaskan penghentian sementara aliran listrik merupakan bagian dari proses pemeliharaan dan peningkatan keandalan sistem secara bertahap.
Pihak PLN, lanjut Achmad, sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan stakeholder terkait mengenai jadwal pekerjaan serta estimasi penormalan listrik.
PLN ULP Sumenep juga mengaku telah melakukan berbagai langkah percepatan, mulai dari inspeksi dan patroli jaringan, penguatan konstruksi, hingga perbaikan pada titik-titik yang memerlukan penanganan khusus.
Selain itu, monitoring sistem dilakukan secara intensif agar pekerjaan di lapangan dapat segera diselesaikan.
Achmad menegaskan kondisi tersebut bukan disebabkan kekurangan daya maupun gangguan sistem kelistrikan, melainkan bagian dari pekerjaan terencana untuk memperkuat jaringan distribusi.
“Tujuannya agar pasokan listrik ke pelanggan menjadi lebih andal, aman, dan stabil,” jelasnya.
Soal estimasi waktu, Achmad memastikan PLN terus mempercepat proses pekerjaan di lapangan agar kondisi kelistrikan di Desa Moangan dan sekitarnya dapat segera normal kembali.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengharapkan dukungan serta pengertian masyarakat agar proses pekerjaan dapat berjalan lancar dan manfaatnya dapat dirasakan bersama,” tuturnya.
PLN juga mengimbau masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center PLN 123 untuk memperoleh informasi serta menyampaikan laporan terkait gangguan kelistrikan. (Dim/red)
