Netranews.co.id, Sumenep – Semangat kreativitas generasi muda kembali bergema melalui gelaran Waktu Sumenep Bercanda (WSB) yang diprakarsai Kelas Kreatif Asmaraloka Organizer berkolaborasi dengan Stand Up Indo Sumenep sebagai puncak rangkaian program pembelajaran selama kurang lebih dua bulan.
Kegiatan yang digelar di Femaru Hills IBM Cafe & Resto tersebut menjadi ruang bagi peserta Kelas Kreatif untuk mengimplementasikan berbagai materi, pengalaman, dan pendampingan yang diperoleh selama mengikuti proses pembelajaran.
Kelas Kreatif sendiri merupakan ruang belajar yang dirancang untuk mewadahi generasi muda dalam mengembangkan kemampuan, ide, dan gagasan di bidang industri kreatif.
Selama kurang lebih dua bulan, para peserta mendapatkan berbagai materi dan pengalaman yang kemudian diwujudkan melalui penyelenggaraan Waktu Sumenep Bercanda dengan seluruh konsep hingga pelaksanaan kegiatan dikerjakan sebagai bentuk implementasi ilmu yang telah diperoleh.
Berlangsung dengan penuh antusias, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pertunjukan kreatif yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda Sumenep.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan Stand Up Indo Sumenep, pameran karya mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Wiraraja Madura, serta hiburan musik akustik dari Sendyakila.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai elemen organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di Kabupaten Sumenep yang turut memberikan semangat terhadap tumbuhnya ekosistem industri kreatif daerah.
Sejumlah organisasi yang hadir di antaranya PC PMII Sumenep, HMI Cabang Sumenep, IMM Cabang Sumenep, BEMSU, FORMAKA, FPR, IPNU-IPPNU, LKK PCNU Sumenep, serta berbagai organisasi lainnya.
Founder Kelas Kreatif sekaligus AFT Innovation, Ali Faidi Thoifur, menyampaikan bahwa Kelas Kreatif hadir sebagai wadah inovasi yang diharapkan mampu mendorong perkembangan industri kreatif di Kabupaten Sumenep.
“Kelas Kreatif adalah ruang bagi lahirnya ide, kolaborasi, dan inovasi, sehingga kami berharap gerakan ini dapat terus mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk melahirkan sumber daya kreatif yang siap berkontribusi dalam perkembangan industri kreatif di Sumenep,” ujar Faidi.
Sementara itu, Founder Asmaraloka Organizer, Dhia Fitria R., menjelaskan bahwa Kelas Kreatif lahir dari keresahan terhadap perkembangan industri kreatif yang semakin cepat sehingga generasi muda dituntut untuk terus berinovasi dan meningkatkan kompetensinya.
Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang untuk belajar, berproses, dan menunjukkan kemampuan agar dapat tumbuh sekaligus berkontribusi dalam perkembangan industri kreatif di Kabupaten Sumenep.
“Kelas Kreatif lahir dari sebuah keresahan bahwa dunia industri kreatif berkembang sangat cepat, sehingga anak-anak muda membutuhkan ruang untuk belajar, berproses, dan menunjukkan kemampuannya,” kata Dhia.
Ia menambahkan, Kelas Kreatif dihadirkan sebagai tempat bagi generasi muda untuk bertumbuh, berkarya, dan berkolaborasi, sedangkan Waktu Sumenep Bercanda menjadi panggung perdana peserta angkatan pertama untuk membuktikan kemampuan dalam merancang dan menyelenggarakan sebuah kegiatan secara mandiri.
Melalui Waktu Sumenep Bercanda, Kelas Kreatif Asmaraloka Organizer tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperlihatkan bahwa kolaborasi, kreativitas, dan keberanian berkarya dapat menciptakan ruang baru bagi generasi muda Sumenep.
“Semoga dengan kegiatan ini bisa menjadi awal lahirnya lebih banyak inovasi, komunitas kreatif, dan talenta muda yang mampu mendorong perkembangan industri kreatif Sumenep agar semakin maju dan dikenal secara lebih luas,” pungkas Dhia. (Dim/red)
