Netranews.co.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bergerak cepat menangani insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur. Senin, 3 Agustus 2026.
Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, KH Imam Hasyim, mengatakan Pemkab Sumenep langsung mengambil sejumlah langkah tanggap darurat setelah menerima informasi mengenai insiden tersebut.
Langkah penanganan itu dilakukan dengan mendirikan Posko Terpadu di Pelabuhan Kalianget serta menyiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung proses evakuasi korban.
Berbagai kebutuhan yang disiapkan meliputi obat-obatan, tenda, makanan, hingga mobil ambulans untuk menunjang penanganan korban yang berhasil dievakuasi.
“Kami secara sigap ikut serta menangani musibah ini karena masih berada di perairan Sumenep,” kata Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, saat mengunjungi korban di RSI Garam Kalianget dan Posko Terpadu di Pelabuhan Kalianget, Senin (03/08/2026).
Menurutnya, Posko Terpadu tersebut disiapkan sebagai pusat penanganan tanggap darurat selama satu minggu ke depan untuk mendukung proses evakuasi dan pencarian korban.
Ia menegaskan, operasi evakuasi dan pencarian akan terus dilanjutkan apabila dalam kurun waktu tersebut masih terdapat korban yang belum ditemukan.
Penanganan insiden tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, TNI, Polri, Dinsos P3A, dan Basarnas.
Pemkab Sumenep juga berkoordinasi dengan sejumlah pemerintah kabupaten di Madura untuk bersama-sama memberikan dukungan dalam proses evakuasi korban kebakaran kapal tersebut.
“Selama seminggu ke depan, Posko Terpadu itu akan tetap berlangsung, jika masih belum dinyatakan tuntas evakuasi dan pencariannya akan dilanjutkan,” tambahnya.
Berdasarkan data sementara, jumlah penumpang KM Mutiara Sentosa 2 tercatat sebanyak 232 orang, ditambah 26 anak buah kapal (ABK) dan 13 ABK tambahan sehingga total manifes mencapai 271 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 227 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat, sementara lima orang dinyatakan meninggal dunia dan 39 orang lainnya masih dalam proses pencarian tim SAR gabungan.
Sementara itu, sembilan korban yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa ke Posko Terpadu Pelabuhan Kalianget untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Tadi ada sembilan orang yang dievakuasi ke Posko Terpadu di Pelabuhan Kalianget, lima orang langsung dibawa ke Surabaya dan empat lainnya masih dirawat di RSI Garam, keadaannya sudah membaik,” pungkasnya. (Dim/red)
