Netranews.co.id, Sumenep – Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite kembali sering kehabisan stock di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sejak awal Agustus 2026. Senin, 3 Agustus 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah SPBU seperti di Desa Kolor, Gedungan, Pamolokan dan Kalianget Barat sering mengalami antrean panjang ketika sore hingga malam, dan kehabisan stok sejak pagi hingga siang.
Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Dadang Deddy Iskandar mengatakan bahwa hal tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM bersubsidi, melainkan banyak pengguna yang bertransisi dari Pertamax ke Pertalite.
“Itu bukan langka, tetapi memang karena peralihan dari yang sebelumnya menggunakan Pertamax jadi banyak menggunakan Pertalite,” ujar Dadang saat dikonfirmasi di ruangannya.
Ia menjelaskan, kuota per bulan yang ditetapkan pertamina ke Kabupaten Sumenep tidak berubah sejak diatur di awal tahun.
“Kuota untuk Kabupaten Sumenep tidak ada yang berubah, tapi memang setiap hulannya kuota itu beda-beda,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa stok BBM bersubsidi untuk Kabupaten Sumenep telah disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat dan dipastikan cukup hingga akhir tahun.
“Kalau stok itu setelah kami koordinasi itu cukup bahkan sampai akhir tahun, jadi masyarakat tidak perlu melakukan panick buying,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM bersubsidi dengan bijak agar stok setiap harinya bisa merata dan tidak kehabisan.
“Kami harap masyarakat menggunakan BBM subsidi ini dengan bijak dan menyesuaikan kebutuhan agar hemat energi,” pungkasnya. (Dim/red)
