Netranews.co.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengawal kualitas tembakau sejak tahap pembibitan sebagai upaya menjaga daya saing komoditas unggulan daerah. Langkah tersebut dilakukan melalui pengawasan terhadap persemaian varietas Prancak 95 sebelum memasuki musim tanam.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, turun langsung melakukan inspeksi ke lokasi persemaian pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari strategi pemerintah memastikan bibit yang ditanam petani memiliki kualitas yang baik sehingga mampu menghasilkan tembakau bermutu saat panen.
Menurut Chainur, kualitas tembakau ditentukan sejak awal proses budidaya. Karena itu, pemerintah tidak hanya fokus pada hasil panen, tetapi juga memastikan seluruh tahapan pembibitan berjalan sesuai standar.
Dalam kunjungan tersebut, ia memeriksa kondisi media tanam, pertumbuhan bibit, kesiapan lahan, serta berdialog dengan petani dan penyuluh pertanian untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
“Bibit yang sehat menjadi fondasi utama untuk menghasilkan tembakau berkualitas. Karena itu, kami ingin memastikan sejak awal seluruh proses berjalan dengan baik,” kata Chainur.
Ia menjelaskan, kualitas tembakau tidak terbentuk secara instan saat masa panen. Keberhasilan produksi merupakan hasil dari rangkaian proses budidaya, mulai pemilihan varietas, persemaian, pemeliharaan tanaman, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman.
DKPP memilih varietas Prancak 95 karena dinilai memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap kondisi lahan di Kabupaten Sumenep. Selain memiliki daya tumbuh tinggi, varietas tersebut juga mampu menghasilkan daun tembakau yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Atas dasar itu, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap proses persemaian agar bibit yang diterima petani tumbuh seragam, sehat, dan siap ditanam saat musim tanam dimulai.
Chainur menegaskan, peran pemerintah tidak berhenti pada penyaluran benih maupun bibit. Pendampingan teknis kepada petani akan terus dilakukan melalui penyuluh pertanian mulai dari tahap persemaian, budidaya, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses panen dan pascapanen.
“Keberhasilan petani merupakan keberhasilan pemerintah daerah. Karena itu, kami akan terus hadir mendampingi mereka sejak bibit ditanam hingga hasil panen memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan monitoring juga menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai program pembinaan yang telah dijalankan DKPP. Pemerintah ingin memastikan bantuan sarana produksi, pendampingan, dan kebijakan yang diberikan benar-benar berdampak pada peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani.
Sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Sumenep, tembakau memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu, menjaga kualitas sejak fase pembibitan dinilai menjadi langkah strategis untuk mempertahankan reputasi tembakau Sumenep di tengah meningkatnya tuntutan industri terhadap bahan baku berkualitas.
DKPP optimistis pembibitan varietas Prancak 95 akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif sehingga mampu mendukung musim tanam 2026. Pemerintah juga berharap kualitas tembakau Sumenep terus meningkat dan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra penghasil tembakau premium di Indonesia.
“Harapan kami, kualitas tembakau Sumenep terus meningkat secara konsisten sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai sentra penghasil tembakau berkualitas,” pungkas Chainur. (red)
