Netranews.co.id, Sumenep – Wakil Bupati Sumenep, Jawa Timur, KH Imam Hasyim, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjenguk korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget, Senin (03/08/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap para korban yang berhasil dievakuasi setelah mengalami musibah kebakaran kapal di perairan Sumenep.
Dalam kunjungan itu, Wabup Imam Hasyim memberikan bantuan sekaligus memastikan kondisi kesehatan empat korban yang sedang mendapatkan perawatan medis di RSI Garam Kalianget.
“Alhamdulillah keadaannya membaik. Kami sangat prihatin terhadap musibah ini, semoga secepatnya tuntas proses evakuasinya,” ujar Wabup Imam Hasyim.
Sebelumnya, sembilan korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke Posko Terpadu di Pelabuhan Kalianget menggunakan KN SAR Permadi 249 milik Basarnas Jawa Timur pada Senin dini hari.
Ia menyebutkan, dari sembilan korban tersebut, empat orang kemudian dibawa ke RSI Garam Kalianget untuk mendapatkan perawatan, sedangkan lima korban lainnya diberangkatkan menuju Surabaya karena membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Ia menegaskan, Pemkab Sumenep bersama seluruh unsur terkait terus memberikan perhatian terhadap korban dan keluarga yang terdampak musibah tersebut.
“Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Dinsos P3A, serta sejumlah pihak terkait dalam mendukung proses evakuasi dan pencarian korban,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara, lanjutnya, jumlah keseluruhan orang dalam manifes KM Mutiara Sentosa 2 tercatat sebanyak 271 orang yang terdiri dari 232 penumpang, 26 anak buah kapal (ABK), dan 13 ABK tambahan.
Dari total 271 orang tersebut, sebanyak 227 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat, lima orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 39 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
“Sembilan korban yang berhasil dievakuasi ke Sumenep menjadi bagian dari upaya penyelamatan korban yang terus dilakukan tim gabungan di tengah kondisi cuaca yang dilaporkan kurang bersahabat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dan proses evakuasi terhadap seluruh korban KM Mutiara Sentosa 2 dapat segera dituntaskan.
“Jika masih belum dinyatakan tuntas evakuasi dan pencariannya akan dilanjutkan,” tandasnya.
Sementara itu, Manajer Pelayanan RSI Garam Kalianget, dr Niki Yulianti, menjelaskan bahwa pihaknya langsung memberikan penanganan medis terhadap empat korban setelah tiba di rumah sakit.
Menurutnya, dua korban menjalani perawatan menggunakan infus, sementara dua korban lainnya mendapatkan perawatan tanpa infus karena tidak mengalami kondisi yang mengkhawatirkan.
“Mereka dibawa ke RSI kemungkinan besar karena kelamaan di air, bahkan ada yang mengalami dehidrasi,” terang dr Niki.
Ia menyampaikan, keempat korban yang dirawat di RSI Garam Kalianget tidak mengalami cedera serius dan hanya mengalami luka ringan akibat berada cukup lama di tengah laut.
Dr Niki Yulianti menambahkan, para korban sempat terombang-ambing mengikuti arah ombak selama sekitar dua jam sebelum akhirnya mendapatkan bantuan dan berhasil dievakuasi menuju daratan.
“Mereka mengikuti ombak, karena saat ini ombaknya juga cukup besar, Alhamdulillah diberikan keselamatan,” pungkasnya.
Diketahui, salah satu korban yang menjalani perawatan diketahui merupakan sopir asal Makassar, sementara korban lainnya merupakan siswa salah satu SMK yang sedang menjalani praktik kerja lapangan atau magang di kapal tersebut. (Dim/red)
