Netranews.co.id, Sumenep – Bupati Sumenep, Jawa Timur, Achmad Fauzi Wongsojudo memperingatkan petani tembakau untuk memperhatikan siklus cuaca yang sudah memasuki penghujung kemarau. Kamis, 20 Agustus 2026.
Hal itu disampaikan untuk mengingatkan para petani agar tidak merugi karena hasil panen tidak maksimal akibat hujan.
Bupati Fauzi menjelaskan, masa tanam tembakau bisa memakan waktu 4 sampai 5 bulan dan harus dilakukan di akhir musim hujan atau awal musim kemarau untuk mendapatkan hasil maksimal.
Ia mengimbau petani tembakau agar melihat kondisi cuaca berdasarkan siklus musim hujan dan kemarau.
“Petani tembakau yang terlambat bercocok tanam, lihat cuaca dan kondisi hujan atau tidak,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini telah memasuki akhir musim kemarau sehingga musim hujan kemungkinan akan segera datang.
“Menurut kami bulan ini jangan menyusul menanam lagi, khawatir turun hujan. Kita ada di daerah paling timur memang agak lambat hujannya, di barat sudah hujan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa tidak mempermasalahkan yang sudah menyiapkan modal, tetapi jika yang sudah terlanjur bercocok tanam, ia mengharapkan yang terbaik.
“Yang kami sampaikan ini ya cuma imbauan. Tapi kalau masih tetap bercocok tanam, saya doakan semoga tidak hujan,” pungkasnya. (Dim/red)
