Netranews.co.id, Sumenep – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, gandeng Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Sumenep meluncurkan Program Sadar Legalitas Usaha (SALEHA). Senin, 14 September 2026.
Hal itu dilakukan sebagai upaya mendorong pelaku UMKM dan koperasi Nahdliyin naik kelas melalui penguatan legalitas, digitalisasi, dan akses pembiayaan.
Program yang mengusung tema “UMKM Naik Kelas Melalui Digitalisasi, Legalitas dan Akses Pembiayaan” tersebut dilaunching di Ayoka Cafe & Kitchen, Sumenep, Senin (14/09/2026) dengan melibatkan 125 pelaku UMKM dan koperasi.
Launching SALEHA turut dihadiri Ketua PCNU Sumenep serta perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep, dengan pemateri dari DPMPTSP, Ahmad Slamet.
Sekretaris Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Timur, Nur Faizin, melalui Staf Ahlinya, Ali Faidi, menyampaikan launching program SALEHA ini dimaksudkan sebagai wadah produktif bagi UMKM dan koperasi Nahdliyin di Kabupaten Sumenep. Hal ini menunjukkan komitmennya terhadap penguatan sektor UMKM dan koperasi.
“Melalui SALEHA ini kami berharap benar-benar menjadi wadah yang produktif bagi UMKM dan koperasi NU, termasuk kader NU yang memiliki usaha mandiri, mulai dari toko kelontong hingga usaha jamu dan obat-obatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan legalitas dan digitalisasi menjadi langkah penting agar UMKM dan koperasi Nahdliyin mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas jangkauan usaha.
“UMKM dan koperasi Nahdliyin yang ada harus benar-benar memanfaatkan wadah ini agar produktivitasnya meningkat dan UMKM bisa naik kelas,” katanya.
Menurutnya, sinergi antara LPNU Sumenep, PCNU, DPMPTSP, dan DPRD Jawa Timur diperlukan agar program pemberdayaan ekonomi tersebut dapat berjalan secara maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.
Ia juga menyampaikan komitmen untuk mendorong kemudahan perizinan, khususnya bagi UMKM dan koperasi yang bergerak di sektor obat-obatan, sekaligus memperluas akses permodalan dan jalur distribusi.
“Selain itu, kami berkomitmen untuk membantu memperluas akses permodalan dan jalur distribusi bagi UMKM dan koperasi ini,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LPNU Sumenep, Moh. Luthfi mengatakan, SALEHA dirancang untuk membantu, memfasilitasi, sekaligus mendampingi pelaku UMKM dan koperasi kader NU agar memiliki legalitas usaha yang menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan bisnis.
Menurutnya, banyak pelaku usaha sebenarnya telah memiliki kemampuan produksi dan pasar, namun masih menghadapi kendala dari sisi legalitas sehingga peluang pengembangan usaha belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Pasarnya sudah ada, kemampuan sudah ada, legalitasnya masih belum,” ujar Moh. Luthfi.
Ia menegaskan, SALEHA tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, melainkan menjadi pintu masuk untuk membangun wadah yang dapat mengintegrasikan berbagai potensi usaha milik warga Nahdliyin.
“SALEHA bukan hanya sosialisasi, tetapi menjadi pintu masuk untuk mewadahi UMKM dan koperasi NU agar dapat berkembang secara lebih terarah,” ungkapnya.
Moh. Luthfi menjelaskan, salah satu persoalan yang dihadapi UMKM dan koperasi NU adalah pendataan yang belum terintegrasi, mengingat jumlah pelaku usaha cukup banyak dengan karakteristik produk dan bentuk usaha yang beragam.
Karena itu, LPNU Sumenep menyiapkan website katalog UMKM dan koperasi NU sebagai sarana untuk menghimpun sekaligus memperkenalkan data dan produk usaha kepada masyarakat secara lebih luas.
“Makanya kita buat website katalog UMKM dan Koperasi NU agar data, produk, dan profil usaha bisa diakses dengan lebih mudah,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan katalog digital tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pasar yang lebih baik dengan mempertemukan pelaku usaha Nahdliyin dengan konsumen maupun calon mitra usaha.
“Website katalog dan SALEHA ini kami arahkan untuk menciptakan pasar yang lebih baik bagi UMKM dan koperasi NU, sekaligus memperluas peluang kerja sama dan pemasaran,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa LPNU Sumenep ingin mempermudah akses distribusi dan pembiayaan melalui wadah yang dapat menghubungkan UMKM serta koperasi dengan berbagai pihak yang memiliki potensi untuk menjadi mitra.
“Kita tidak bisa berdiri sendiri, karena IPNU, Fatayat, dan badan otonom lainnya juga memiliki usaha masing-masing, sehingga melalui program ini seluruh potensi tersebut dapat diintegrasikan,” tegasnya.
Ia menilai, sinergi antar-Badan Otonom (Banom) NU menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan ekonomi warga Nahdliyin karena setiap organisasi memiliki potensi usaha yang dapat dikembangkan bersama.
Selain memperkuat legalitas dan pendataan, SALEHA juga diarahkan untuk membuka akses pembiayaan dan distribusi sehingga produk UMKM serta koperasi NU memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar yang lebih luas.
Moh. Luthfi berharap, program tersebut dapat terus berkembang melalui perluasan jaringan kerja sama dengan pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, maupun berbagai pihak lainnya.
“Kalau UMKM maupun koperasi punya produk, kita wadahi, dan kita akan terus berupaya bermitra dengan semua pihak, termasuk pemerintah,” pungkasnya. (Dim/red)
