Netranews.co.id, Sumenep – Program Studi (Prodi) Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Wiraraja Madura, meraih akreditasi unggul setelah memperoleh nilai 252 dalam asesmen yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK).
Predikat tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Dewan Eksekutif LAMSPAK Nomor 307/AK.03.05/2026 tertanggal 2 November 2026 yang menyatakan Prodi Administrasi Publik terakreditasi unggul.

Ketua Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Wiraraja Madura, Imam Hidayat mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan kualitas akademik maupun nonakademik di lingkungan program studi.
“Ini juga bentuk komitmen kami sebagai insan akademik untuk memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan tinggi, sehingga mahasiswa maupun tenaga pendidik bisa berkontribusi pada kemajuan bangsa,” kata Imam.
Menurutnya, predikat akreditasi unggul tidak sekadar menjadi label bagi sebuah program studi, tetapi juga mencerminkan transformasi sistem pendidikan tinggi yang berkualitas untuk mencetak generasi unggul.
Ia menjelaskan, pencapaian tersebut sejalan dengan tagline yang selama ini digaungkan Prodi Administrasi Publik, yakni Satu Langkah Membangun Negara.
“Seperti tagline yang sering kami gaungkan, ‘Unggul, Religius, Humanis’ yang menjadi motivasi kami terus berbenah untuk mencetak generasi unggul melalui sistem pendidikan yang unggul,” jelasnya.
Imam juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perkembangan Prodi Administrasi Publik FISIP Universitas Wiraraja Madura hingga berhasil meraih akreditasi unggul.
Menurutnya, dukungan dari seluruh unsur akademika menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas program studi agar mampu bersaing di tingkat global.
“Kepada rekan-rekan dosen, Bu Dekan, dan semua pihak, kami ucapkan terima kasih,” ujarnya.
Ia berharap, capaian akreditasi unggul tersebut tidak hanya menjadi pengakuan administratif, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
“Semoga pencapaian ini bukan hanya menjadi label kosong, tetapi menjadi kunci motivasi untuk kami terus bertumbuh,” pungkasnya. (Dim/red)
