Netranews.co.id, Sumenep – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP PGRI Sumenep Tahun 2025 Posko 23 memulai kegiatannya dengan melakukan studi diagnostik pra implementasi di Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Senin, 21 Juli 2025.
Studi pra implementasi ini bertujuan memetakan kondisi sosial, budaya, ekonomi, potensi, serta tantangan di lapangan sebagai dasar penyusunan program kerja KKN Posko 23 di Desa Jadung.
Studi ini dilakukan melalui survei lapangan secara menyeluruh oleh seluruh anggota posko untuk menggali informasi faktual mengenai kebutuhan masyarakat Desa Jadung, sehingga program kerja KKN nantinya relevan dan berakar pada realitas lokal.
Observasi juga dilakukan di sejumlah titik strategis, disertai wawancara langsung dengan warga, perangkat desa, dan tokoh masyarakat.
Ketua Posko 23, Subaydi, mengatakan langkah awal itu merupakan hal penting agar KKN di Desa Jadung benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Langkah awal ini penting agar intervensi yang kami rancang tidak sekadar idealis, tapi benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat Desa Jadung. Ini bagian dari komitmen kami untuk hadir sebagai agen perubahan,” ujar Subaydi.
Senada dengan Subaydi, Divisi Humas, Zainul Muqit menambahkan bahwa semangat “Merah Putih” yang diusung sebagai simbol nasionalisme menjadi dorongan untuk berkontribusi dalam pembangunan desa.
“Kami membawa semangat Merah Putih sebagai dorongan untuk berkarya nyata di desa, dengan mengutamakan pendekatan humanis dan partisipatif,” jelasnya.
Studi lapangan ini berlangsung dari pagi hingga sore hari, mencakup observasi lingkungan, pemetaan sosial, dan pengumpulan data untuk perumusan program kerja. Kegiatan ini menjadi fondasi bagi seluruh program yang akan diimplementasikan selama KKN, memastikan program yang disusun tidak bersifat seremonial atau tidak kontekstual.
Hal ini juga sejalan dengan visi Posko 23 yang ingin menjadi Katalisator Transformatif dalam Mengakselerasi Kemajuan Desa Berbasis Kolaborasi Edukatif, Kultural, dan Inovatif.
Metode studi diagnostik meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi lapangan, serta pemetaan potensi dan problematika desa. Selanjutnya, data yang terkumpul akan dianalisis secara kolaboratif oleh seluruh divisi di Posko 23 dan dijadikan acuan dalam kolokium perumusan program kerja yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Kegiatan ini mencerminkan misi Posko 23 dalam menginisiasi pemberdayaan masyarakat berbasis nasionalisme dan progresivisme desa, serta mengintegrasikan pendekatan analitis dan partisipatoris dalam menyelesaikan problematika pembangunan.
Dengan semangat “Merah Putih” dan kolaborasi lintas sektor, KKN Posko 23 optimistis dapat berkontribusi dalam menciptakan Desa Jadung yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. (Dim/red)
