Netranews.co.id, Sumenep – Petani tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur semakin optimis untuk kembali menggarap ladangnya. Pasalnya harga tembakau tinggi dan tergolong stabil karena pabrik rokok lokal. Jumat, 14 Februari 2025.
Kondisi ini sangat menguntungkan bagi para petani sejak tiga tahun terakhir. Ditambah salah satu gudang di Sumenep mampu membeli tembakau dengan harga Rp 50 ribu bahkan Rp 90 ribu perkilo sesuai dengan kualitas.
Bahkan, salah satu pabrik rokok lokal mampu menyerap hasil tani mayarakat sampai 930 ton atau sekitar 19.400 bal. Angka serapan ini cukup fantastis untuk skala industri di tingkat lokal.
Dari siklus serapan tembakau di tingkat petani tersebut, tentu menjadi tolak ukur keberlangsungan bagi masyarakat untuk kembali menanam di musin berikutnya.
Imam (48), salah seorang petani tembakau asal Kecamatan Lenteng menyampaikan bahwa dirinya tak perlu risau untuk menanam ‘pohon emas’ yang menjadi pencahariannya sejak turun temurun.
Sebelum harga di pasaran kembali tinggi, harga tembakau Madura cukup memprihatinkan karena hanya dibandrol Rp 30 ribu perkilo dan petani banyak merugi.
“Dulu hagranya (tembakau) naik turun, pas turun drastis. Tapi sekrang sudah ada pabrik rokok yang mampu membeli harga tinggi.” katanya.
Keberadaan pabrik rokok lokal, cukup memberi dampak positif bagi masyarakat karena selain menyerap tembakau petani dengan hatga tinggi, pabrikan juga membuka peluang kerja.
Hal itu juga dirasakan seorang buruh linting, Rina (35) asal Kecamatan Lenteng. Ia kini sibuk bekerja di pabrik rokok dimana sebelumnya hanya menganggur.
“Sebelumnya saya hanya ibu rumah tangga tanpa penghasilan. Sempat kerja apa saja untuk menyambung hidup. Alhamdulillah saat ini sudah bisa membantu ekonomi keluarga.” pungkasnya. (rul)
