Netranews.co.id, Sumenep – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur, M. Syukri, mendesak Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk segera menyelesaikan polemik seismik di Kepulauan Kangean.
Syukri meminta mereka memberikan solusi bijak terkait polemik rencana survei uji seismik oleh Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd di Perairan Dangkal West Kangean yang dinilai menimbulkan konflik antara KEI dengan masyarakat setempat hingga berlarut-larut.
“Jangan dibiarkan berlarut-larut. Di tengah situasi seperti ini, SKK Migas dan Pemkab Sumenep harus segera hadir dan memberikan solusi bijak. Tentu kami berdiri bersama masyarakat,” ujarnya
Anggota parlemen yang baru kembali dari ibadah haji ini menyatakan bahwa ia kini akan fokus mengawal persoalan tersebut.
Sebab, kata dia, penolakan warga Kangean terhadap rencana survei seismik ini pasti memiliki alasan kuat, bukan tanpa dasar dan tidak beralasan.
“Sangat wajar ketika masyarakat menolak jika tidak mendapatkan penjelasan yang utuh, baik dari SKK Migas maupun Pemkab. Sebab, menurut kami tidak cukup hanya perusahaan yang menjelaskan,” jelasnya.
Politisi asal Kangean ini menekankan pentingnya kehadiran SKK Migas dan Pemkab Sumenep di tengah situasi genting untuk memberikan penjelasan menyeluruh mengenai dampak dan keuntungan yang akan diperoleh bagi masyarakat lokal jika eksploitasi migas dilakukan.
“Mereka harus segera hadir. Jangan hanya menyaksikan masyarakat dengan KEI berbenturan, jangan hanya cari aman. Sudah selayaknya mereka hadir di tengah-tengah masyarakat, jelaskan secara menyeluruh dampak dan keuntungannya tanpa ada yang ditutup-tutupi,” paparnya.
Ia juga mendesak pihak terkait agar seluruh tahapan survei dihentikan sementara sampai ada penjelasan komprehensif kepada masyarakat.
Terpisah, pihak kehumasan SKK Migas belum memberikan tanggapan terkait desakan DPRD Sumenep ini. Sementara Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, berharap semua pihak saling mendukung agar situasi tidak memburuk.
“Kami tidak ingin memberikan kesan yang tidak baik tentang investasi di Sumenep,” ujarnya singkat. (Dim/red)
