Netranews.co.id, Sumenep – Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, turun langsung ke Pulau Sapudi, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, untuk memantau percepatan rehabilitasi pascagempa berkekuatan 6,5 magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut. Senin, 6 Oktober 2025.
Diketahui, gempa berkekuatan magnitudo 6,5 tersebut menyebabkan ratusan bangunan milik warga maupun rusak. Sejauh ini yang tercatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah, sebanyak 113 rumah warga rusak mulai dari yang ringan hingga sangat berat.
Dalam kunjungannya, Wabup Imam Hasyim juga menyerahkan bantuan rumah stimulan dari Pemkab Sumenep kepada warga terdampak yang merupakan hasil kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumenep.
Sebanyak empat unit rumah stimulan disalurkan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan sangat berat. Masing-masing rumah mendapatkan dana bantuan antara Rp20 juta hingga Rp30 juta, tergantung tingkat kerusakan.
“Alhamdulillah, sejak gempa terjadi, camat dan pemerintah desa langsung tanggap membantu evakuasi dan penanganan awal. Kami harap, proses rehabilitasi ini bisa segera selesai,” ujar Imam Hasyim.
Wabup Imam menekankan pentingnya pengawalan pembangunan rumah bantuan ini oleh aparatur kecamatan dan desa, serta meminta tukang bangunan yang ditunjuk agar mengutamakan kualitas konstruksi.
“Tukangnya sudah menyanggupi, dan mereka siap membangun dengan anggaran yang disediakan. Tapi, saya tekankan, bangunannya harus berkualitas. Jangan asal jadi,” tegasnya.
Beberapa desa yang dikunjungi Wabup dalam agenda tersebut antara lain Desa Prambanan, Jambuir, dan Kaloang di Kecamatan Gayam. Ia meninjau langsung kondisi rumah-rumah warga dan proses awal rehabilitasi yang sudah dimulai.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Sumenep, Abd. Rahman, menjelaskan bahwa total bantuan yang disalurkan saat ini sebesar Rp100 juta. Rinciannya, dua rumah dengan kategori rusak berat menerima masing-masing Rp20 juta, dan dua rumah rusak sangat berat masing-masing Rp30 juta.
“Ini bentuk kepedulian kami terhadap warga yang terdampak bencana. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban mereka,” ucapnya.
Kepala Desa Prambanan, Mariani, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan kepada warganya. Ia menyebutkan, di desanya terdapat delapan rumah yang mengalami kerusakan berat akibat gempa, dan sekitar 74 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
“Terima kasih kepada Pemkab Sumenep dan semua pihak yang telah peduli. Ini sangat membantu masyarakat kami yang terdampak,” katanya.
Sekedar informasi, gempa yang menimpa Pulau Sapudi bukan pertama kali terjadi. Pada 11 Oktober 2018, gempa dengan kekuatan 6,0 magnitudo juga pernah mengguncang wilayah ini hingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan 37 orang lainnya luka-luka.
Saat itu, sebanyak 691 rumah dilaporkan rusak, terdiri dari 395 rusak ringan, 184 rusak sedang, dan 112 rusak berat. Beberapa fasilitas umum seperti masjid, musala, dan sekolah juga mengalami kerusakan.
Dampak gempa 2018 bahkan meluas hingga ke beberapa kecamatan di daratan, seperti Kalianget, Bluto, Lenteng, dan Batang-Batang.
Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan akan terus mendampingi proses rehabilitasi dan pembangunan kembali rumah warga terdampak, serta bersinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Pulau Sapudi. (Dim/red)
