Netranews.co.id, Sumenep – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep akan menggelar Seminar Nasional bertajuk “Green Economy dan Tantangan Ekologis dalam Perencanaan KEK Madura” pada Kamis (13/11) besok di Auditorium Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura. Rabu, 12 November 2025.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka bagi para pemangku kepentingan untuk membahas arah pembangunan kawasan ekonomi yang berkelanjutan di Madura.
Seminar yang akan dimulai pukul 08.00 WIB besok ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan lokal, di antaranya pengamat kebijakan publik Dr. Adi Prayitno, M.Si., Rektor UNIBA Madura Prof. Rachmad Hidayat, ASEAN Eng., dan anggota DPRD Sumenep Ir. Hairul Anwar, MT. Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi, MH., dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker.
Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, mengatakan seminar ini merupakan bentuk komitmen organisasi media dalam mendorong dialog strategis seputar pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Madura.
“KEK adalah kebijakan strategis pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Tapi dalam prosesnya, keseimbangan lingkungan harus tetap menjadi perhatian utama.” ujar Wahyudi.
Ia menambahkan, tema Green Economy dipilih untuk menegaskan pentingnya pembangunan ekonomi yang berpijak pada prinsip keberlanjutan. Menurutnya, investasi dan industrialisasi di Madura harus berjalan seiring dengan tanggung jawab ekologis.
“Kita tidak bisa mengorbankan lingkungan hanya demi pertumbuhan jangka pendek. Seminar ini diharapkan jadi wadah untuk mempertemukan pandangan antara pemerintah, akademisi, pengusaha, dan masyarakat.” katanya.
Ketua panitia pelaksana, Helman, menyebutkan bahwa sebanyak 150 peserta telah terdaftar untuk mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri dari akademisi, mahasiswa, pengusaha, aktivis, dan masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu pembangunan berkelanjutan di Madura.
“Antusiasme peserta cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa publik menaruh perhatian besar pada arah pembangunan KEK Madura, terutama dari aspek lingkungan,” tutur Helman.
Selain menjadi forum akademik, kegiatan ini juga akan menjadi ajang kolaborasi lintas sektor antara media, perguruan tinggi, dan pelaku usaha. Melalui seminar ini, para peserta diharapkan dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi strategis yang bisa disampaikan kepada pemerintah daerah maupun pusat. (Dim/red)
