Netranews.co.id, Sumenep – Forum Mahasiswa Kangayan (FORMAKA) menyoroti proses seleksi Direktur Utama PT Sumekar yang kini memasuki tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Empat kandidat yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan akan mengikuti tahapan UKK yakni Badrul Akhmadi, Hamsuri, Khairil Idaqa’, dan Sugeng Haryadi.
Ketua Umum FORMAKA, Iip Suriyanto, menegaskan proses seleksi Direktur Utama PT Sumekar tidak boleh hanya menjadi formalitas administratif semata.
Ia menilai proses seleksi harus benar-benar mempertimbangkan kompetensi, integritas, pengalaman manajerial, hingga rekam jejak para kandidat dalam mengelola perusahaan maupun menyelesaikan persoalan publik.
“Siapapun yang nantinya terpilih menjadi Direktur Utama PT Sumekar harus mampu menjawab kebutuhan perusahaan ke depan,” ujar Iip Suriyanto dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, PT Sumekar saat ini menghadapi berbagai tantangan serius yang membutuhkan sosok pemimpin visioner, profesional, dan berani melakukan pembenahan secara menyeluruh.
FORMAKA juga menilai kondisi PT Sumekar dalam beberapa tahun terakhir masih menyisakan banyak persoalan yang perlu segera dibenahi.
Permasalahan tersebut meliputi kondisi kesehatan keuangan perusahaan, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum maksimal, hingga persoalan operasional perusahaan yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat kepulauan.
Sejumlah laporan media sebelumnya juga menyoroti kondisi keuangan PT Sumekar yang dinilai memprihatinkan, termasuk adanya tunggakan gaji karyawan dan evaluasi besar-besaran terhadap perusahaan daerah tersebut.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam beberapa tahun terakhir juga pernah melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap perusahaan daerah karena dinilai belum sehat secara manajemen maupun keuangan.
Iip Suriyanto mengatakan PT Sumekar bukan sekadar tempat berbisnis, melainkan perusahaan yang memiliki tanggung jawab besar terhadap pelayanan publik masyarakat kepulauan.
“PT Sumekar bukan tempat untuk berbisnis dan bukan tempat untuk hidup, tetapi menyangkut pelayanan publik bagi masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep,” tegasnya.
Ia menjelaskan keberadaan PT Sumekar, khususnya di sektor transportasi laut, memiliki posisi strategis bagi masyarakat kepulauan seperti Kangayan, Kangean, Sapeken, dan wilayah kepulauan lainnya.
Menurutnya, transportasi laut bagi masyarakat kepulauan bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan urat nadi distribusi ekonomi, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pokok masyarakat.
FORMAKA menyebut terganggunya operasional kapal PT Sumekar dalam sejumlah kondisi pernah berdampak terhadap pelayanan transportasi masyarakat kepulauan.
Kondisi tersebut bahkan disebut menyebabkan penumpukan penumpang dan distribusi barang di sejumlah wilayah kepulauan.
Karena itu, Iip Suriyanto meminta tim seleksi dan pemerintah daerah benar-benar objektif dalam menentukan figur yang akan memimpin PT Sumekar ke depan.
Ia berharap sosok yang dipilih mampu membangun tata kelola perusahaan yang sehat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat konektivitas kepulauan, serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap BUMD milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut.
Selain itu, FORMAKA juga berharap proses UKK dilakukan secara transparan, profesional, dan bebas dari kepentingan politik praktis.
“Sehingga menghasilkan pemimpin yang benar-benar bekerja untuk kemajuan perusahaan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Sumenep, khususnya masyarakat kepulauan yang selama ini sangat bergantung terhadap layanan transportasi laut,” pungkasnya. (Dim/red)
