Netranews.co.id, Sumenep – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Ganding Bataal Barat II diketahui bersebelahan dengan kandang ternak ayam kampung milik pemilik bangunan di Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jumat (15/5/2026).
Kondisi tersebut diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun Anggaran 2026 yang mengatur standar kebersihan dan higienitas lingkungan dapur pelayanan gizi.
Kasus serupa sebelumnya juga terjadi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, di mana lokasi dapur MBG direlokasi karena berada dekat dengan kandang ternak.
Dalam Surat Keputusan Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola MBG Tahun Anggaran 2026 disebutkan bahwa lingkungan sekitar dapur SPPG mandiri harus bersih, higienis, serta tidak berdekatan dengan tempat pembuangan akhir sampah maupun kandang ternak.
Kepala SPPG Sumenep Ganding Bataal Barat II, Akhsanul Takwin, membenarkan bahwa lokasi dapur yang dikelolanya memang berada dekat dengan kandang ayam.
Akhsanul Takwin mengatakan posisi kandang ayam tersebut tidak menempel langsung dengan bangunan dapur karena terhalang dua tembok tinggi dan letak dapur berada lebih ke dalam area bangunan.
“Iya, memang berdekatan dengan dapur,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut masih aman dan tidak berpotensi menimbulkan kontaminasi terhadap makanan yang diproduksi di dapur SPPG.
“Tidak dekat dengan dapur juga karena posisi dapurnya masih masuk,” ujarnya.
Akhsanul Takwin juga mengaku telah berkomunikasi dengan pemilik kandang terkait rencana pemindahan lokasi kandang ayam tersebut.
Ia menyebut pemilik kandang telah diberi teguran dan diminta segera memindahkan kandang agar tidak lagi berada dekat dengan area dapur pelayanan gizi.
“Yang punya Pak Ahmad Jasuli sudah saya tegur dan kasih tahu juga, katanya mau dipindah,” tandasnya.
Sementara itu, Mitra SPPG Sumenep Ganding Bataal Barat II, Wahyudi, berdalih bahwa posisi kandang ayam berada cukup jauh dari dapur utama.
Wahyudi mengeklaim keberadaan kandang ayam tersebut tidak menimbulkan bau maupun potensi kontaminasi terhadap makanan yang disiapkan untuk program MBG.
“Ayamnya bukan ayam petelur atau pedaging, tapi ayam tarung dan tidak banyak, sudah dikasih pagar di sebelah baratnya,” terangnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta pemilik kandang untuk segera memindahkan lokasi kandang demi menghindari polemik di tengah masyarakat.
“Tapi sebenarnya itu aman, karena jaraknya cukup jauh dan tidak ada bau, kontaminasi ke makanan kan bisa dari bau, saya jamin aman,” pungkasnya. (Dim/red)
