Netranews.co.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar oleh Badan Pusat Statistik secara serentak mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menilai sensus tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah berbasis data yang akurat dan terukur.
Berdasarkan tahapan pelaksanaan, pendataan mandiri bagi usaha besar dan menengah berlangsung pada 1 Mei hingga 15 Juni 2026. Selanjutnya, mulai 16 Juni sampai 31 Agustus 2026, petugas mitra statistik akan melakukan pendataan rumah tangga dan pelaku UMKM secara door to door.
Fauzi menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan data yang valid, mutakhir, dan menyeluruh agar kebijakan yang diambil pemerintah dapat berjalan efektif.
Menurut dia, hasil sensus akan menjadi pijakan penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, terutama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperkuat sektor unggulan daerah, hingga mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar ikut berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.
“Dukungan tersebut sebagai komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berdaya saing,” ujar Fauzi di Sumenep (12/5).
Sementara itu, Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan pendataan menyeluruh terhadap aktivitas usaha di berbagai sektor, mulai perdagangan, industri, jasa, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
Ia menyebut, tujuan utama Sensus Ekonomi 2026 adalah menyediakan basis data komprehensif mengenai dunia usaha. Dengan data tersebut, pemerintah dapat memperoleh gambaran utuh terkait struktur ekonomi daerah, potensi bisnis, hingga berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
“Sensus Ekonomi bukan sekadar pendataan, melainkan investasi informasi untuk masa depan pembangunan yang lebih terarah dan tepat sasaran,” ujar dia.
Handoyo menambahkan, hasil sensus nantinya dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan yang lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Di sisi lain, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan data tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan bisnis, membaca peluang pasar, serta meningkatkan daya saing usaha.
Adapun bagi masyarakat luas, Sensus Ekonomi dinilai berkontribusi dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Adv/dim)
