Netranews.co.id, Yogyakarta – UMKM Kerajinan Santigi dari Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mampu meraup omzet sekitar Rp 4 juta per bulan.
Produk kerajinan tersebut menjadi salah satu UMKM binaan Kangean Energy Indonesia (KEI) yang dipamerkan dalam Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026).
Ketua Kelompok UMKM Kerajinan Santigi, Nur Hidayat, mengatakan kelompoknya rutin menerima pesanan berbagai produk, seperti miniatur kapal, miniatur samurai, dan gelang.
“Setiap bulan pasti ada pesanan,” kata Hidayat.
Menurut Hidayat, sebagian produk dibuat berdasarkan pesanan atau pre-order. Sementara gelang tersedia dalam bentuk stok.
Pemasaran produk saat ini masih didominasi secara offline. Keterbatasan jaringan internet di wilayah kepulauan menjadi salah satu kendala dalam mengoptimalkan penjualan secara daring.
“Kalau online, kami sudah mencoba memasarkan lewat Facebook,” ujarnya.
UMKM Kerajinan Santigi telah menjadi mitra binaan KEI sejak 2007. Pembinaan dilakukan melalui pelatihan, bantuan peralatan produksi, hingga pendampingan pemasaran.
Manager Public & Government Affair (PGA) sekaligus penanggung jawab Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) KEI, Kampoi Naibaho, mengatakan pengembangan UMKM menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah operasi.
“Kami sangat konsen dengan peningkatan ekonomi lokal,” ujar Kampoi.
Saat ini, UMKM tersebut dikelola enam orang. Proses produksi juga telah menggunakan peralatan seperti gerinda dan bor yang diberikan KEI.
Kampoi berharap keikutsertaan UMKM Kerajinan Santigi dalam pameran dapat memperluas promosi sekaligus membuka akses pasar baru.
“Semoga kegiatan ini dapat menambah motivasi dalam meningkatkan pemasaran dan inovasi produk,” katanya.
Selain Kerajinan Santigi, KEI kini membina puluhan UMKM yang tersebar di Kecamatan Sapeken dan Kecamatan Raas. (red)
