Netranews.co.id, Sumenep – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep catat 490 warga setempat yang mengajukan permohonan kartu kuning atau AK1 selama tahun 2024. Sementara hingga Maret 2025, pengajuan AK1 baru 49 orang. Selasa, 15 April 2025.
Kartu kuning ini merupakan salah satu persyaratan untuk mendaftar atau mencari pekerjaan yang terkoordinasi dengan Disnaker setempat.
Angka tersebut terbilang rendah jika dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja di Sumenep yang tercatat BPS sebanyak 727.652 orang pada Agustus 2024, turun 3.096 orang dibandingkan Agustus 2023.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnaker Sumenep, Eko Kurniawan, menjelaskan bahwa angka ini menjadi salah satu indikator penting dalam pemetaan peluang kerja dan pengendalian angka pengangguran di daerah.
“AK1 ini bukan hanya syarat melamar kerja, tapi juga jadi tolak ukur keberhasilan kami dalam menekan angka pengangguran,” ungkapnya, Senin (14/04/2025).
Eko mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya menekan angka pengangguran, salah satunya dengan memperluas akses pekerjaan kepada masyarakat melalui pembuatan AK1 yang cukup mudah.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga aktif menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan dan Bursa Kerja Khusus (BKK) di lingkungan sekolah kejuruan hingga swasta.
“Kami minta setiap lowongan kerja wajib dilaporkan ke kami. Ini penting agar informasi bisa tersebar merata, termasuk melalui media sosial kami,” tegasnya.
Menurutnya, kewajiban pelamar membuat dokumen AK1 ini bertujuan untuk mencatat data para pelamar secara valid untuk pelaporan ke hierarki di atasnya, Pemerintah Provinsi hingga kementerian terkait.
“Data yang valid sangat penting, terutama untuk mendukung program pengurangan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT),” ungkapnya.
Ia menyebutkan bahwa pemohon dokumen AK1 didominasi oleh pelamar kerjar berusia 18 tahun ke atas yang melamar ke perusahaan lokal.
“Fenomena tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai realistis dalam meniti karier dari lingkup yang paling dekat terlebih dahulu,” tandasnya.
Ia menegaskan kembali bahwa pihaknya terus berupaya untuk menjadikan disnaker sebagai fasilitator yang efektif dalam.membantu angkatan kerja yang mencari kerja di daeranya.
Ia berharap, permintaan pembuatan dokumen AK1 ini bisa terus melalui gencarnya program-program yang dijalankan agar berdampak positif bagi penurunan angka pengangguran.
“Salah satunya ada Job Fair pada September 2025 nanti. Kami akan terus bergerak, karena ini bukan sekadar angka, tapi soal masa depan masyarakat Sumenep,” pungkasnya. (Dim/red)
