Netranews.co.id, Sumenep – Kepala Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, H. Ubaid Abdul Hayat, mendesak PDAM Sumenep lebih responsif mengatasi keluhan warganya soal gangguan suplai air bersih yang terjadi selama berbulan-bulan. Selasa, 11 November 2025.
Ubaid mengatakan, kendala ini sudah berjalan tiga sampai empat bulan dan semakin parah dalam satu minggu ini hingga dikatakan macet total.
“Satu minggu ini macet total, kendala ini sudah berjalan tiga sampai empat bulan, tapi makin ke sini semakin parah, terutama sepekan ini,” kata Ubaid.
Ia mengungkapkan banyak warga mengadu karena air tidak lancar dan sebagian ibu rumah tangga bahkan berniat mendatangi kantor PDAM untuk protes.
“Senin kemarin ibu-ibu sudah siap rombongan mau ke PDAM untuk konfirmasi, tapi saya tahan dulu, saya ingin komunikasi baik-baik dulu dengan pihak PDAM,” ungkapnya.
Ia menegaskan, masalah yang dikeluhkan warga disebabkan ole air yang mengalir kecil pada malam hari secara bergiliran antar dusun, sementara pagi hingga siang sering mati total sehingga mengganggu aktivitas warga.
“Kami harapkan PDAM segera menyelesaikan masalah ini, kasihan masyarakat, air ini kebutuhan dasar manusia, jangan sampai dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.
Ia menyebut pihaknya akan menemui Direktur PDAM Sumekar untuk menanyakan kendala dan mendorong percepatan perbaikan layanan.
Seorang warga, AR, mengatakan pasokan air sering mati pada siang hari meski malam hari sempat mengalir normal.
“Maghrib hingga Isya baru hidup, tapi siang mati, airnya kadang mengalir tidak lancar,” ujarnya, pada Senin (10/11).
AR mengaku sudah beberapa kali melapor ke PDAM namun respons yang diterima sebatas permintaan video kondisi air tanpa penanganan langsung.
Akibat lambannya penanganan tersebut, sebagian warga terpaksa menumpang ke rumah tetangga untuk mendapatkan air bersih.
Kondisi itu memicu desakan evaluasi terhadap manajemen PDAM agar distribusi layanan air bersih diperbaiki.
Direktur Utama PDAM Sumekar Sumenep, Febmi Noerdiansyah, membantah tudingan bahwa pihaknya tidak turun ke lapangan dan menyebut tim teknis setiap hari memeriksa wilayah terdampak.
“Keliru itu, tim kami setiap hari turun ke lapangan, permasalahannya memang kebocorannya belum ketemu,” ujarnya.
Febmi menjelaskan PDAM telah mengklaim distribusi air dari Kalianget ke Pinggir Papas dan menyebut Dusun Ageng serta Dusun Dalem mulai lancar sementara Dusun Kauman masih mengalami tekanan kecil.
Ia menegaskan penggunaan pompa listrik atau sanyo oleh warga membuat distribusi air tidak merata.
“Dusun Kauman titik terjauh dan masih banyak warga yang pakai sanyo, kami minta dimatikan dulu supaya airnya merata,” jelasnya.
Ia memastikan tim terus menelusuri titik kebocoran dan menormalkan pasokan air agar masyarakat kembali dapat beraktivitas dengan normal.
“Suplai air sudah kami tambah, jika masih ada warga yang airnya mati, sampaikan alamatnya agar kami bisa cek langsung,” pungkasnya. (Dim/red)
